DENPASAR – KPU Denpasar mulai kencang menyosialisasikan Pemilu “Kasih Sayang” 2024 melalui kanal media yang dimiliki. Salah satu yang gencar disasar yakni media sosial (medsos), dengan target spesifik para pemilih pemula dan pemilih muda.
Dalam akun media sosial Facebook KPU Denpasar, diunggah sosialisasi dengan gambar sepasang lelaki dan perempuan dengan warna latar belakang merah muda. Sosok laki-laki membawa bunga sembari melirik sang perempuan, sedangkan yang perempuan tersenyum semringah. Gambar berisi narasi dengan teks “Buktikan Cintamu, Berikan Suaramu di Pemilu 14 Februari 2024”. Gambar itu juga dilengkapi tagar #gunakanhakpilihmu dan #pemiluserentak 2024.
Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, Minggu (13/2/2022) menuturkan, sesuai SK KPU RI terkait penetapan hari dan tanggal pemungutan suara Pemilu 2024 pada 14 Februari, lembaganya mulai masif menyosialisasikan di media sosial yang ada. Pada Senin (14/2) sore, sebutnya, seluruh KPU di Bali juga akan mengikuti peluncuran secara resmi Pemilu oleh KPU RI.
“Sebelum itu, kami juga merancang acara sendiri yakni penanaman pohon di kantor, termasuk sosialisasi ke pelajar SMP lewat daring. Kenapa menyasar pelajar SMP? Karena dua tahun lagi mereka ini sudah berhak memilih, dan tergolong pemilih pemula,” urainya.
Cara sosialisasi lainnya, ulas Arsajaya, dengan aksi turun ke Pasar Badung dan titik nol Kota Denpasar untuk menyebarkan brosur kepada masyarakat yang melintas. KPU Denpasar juga menyiapkan konten sosialisasi digital dengan memanfaatkan siaran televisi berjaringan di layanan publik Kota Denpasar, atas koordinasi Kominfos Denpasar. Pengeras suara di ruang publik di Denpasar juga dimanfaatkan untuk memberitahu publik agenda politik nasional tersebut.
“Radio Pemkot Denpasar juga akan membantu kami menyiarkan sosialisasi ini. Ya bisa dikatakan polanya mengimitasi apa yang kami lakukan saat Pilkada Denpasar 2020 lalu. Satu lagi, kami akan memasang baliho sosialisasi di depan kantor kami,” ulasnya.
Lebih jauh diutarakan, KPU Denpasar memanfaatkan momentum dua tahun menjelang Pemilu 2024 yang kebetulan bertepatan dengan Hari Valentine yang dikenal sebagai Hari Kasih Sayang itu. Dia juga tak memungkiri momentum Hari Valentine memberi keuntungan untuk memudahkan sosialisasi Pemilu 2024. Sebab, suka tidak suka Hari Valentine memang trending di kalangan anak muda.
“Untuk diketahui, di Denpasar itu 47 persen pemilih pada 2024 adalah para pemilih pemula dan pemilih muda. Ini merupakan segmentasi yang strategis (dengan memanfaatkan momentum Valentine). Dan, KPU di seluruh Indonesia secara masif melakukan hal ini,” pungkasnya.
Di kesempatan terpisah, Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, berkata konteks kasih sayang yang dimaksud dalam Pemilu 2024 jangan dimaknai sempit. KPU sebagai penyelenggara Pemilu juga wajib memiliki kasih sayang, terutama dalam melayani publik. “Kasih sayang KPU itu adalah bagaimana melayani masyarakat, kasih sayang agar Pemilu berjalan damai, kasih sayang agar peserta Pemilu dipenuhi hak-haknya,” ucapnya singkat. hen























