DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan terima kasih ke Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi karena komitmen kuat yang telah membangun Gedung VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai dan tiga pelabuhan Segitiga Emas: Sanur, Sampalan, dan Bias Munjul.
Koster mendaku benar-benar bahagia dan bangga dengan telah diresmikannya Gedung VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai, karena merupakan gedung dengan kualitas berkelas dunia.
Menurutnya, gedung VVIP ini digunakan untuk persinggahan para kepala negara dan pemimpin lembaga internasional, yang mulai berdatangan tanggal 13 November 2022, yang akan menghadiri puncak pertemuan Presidensi G20 tanggal 15-16 November 2022.
“Ini sangat harmonis dengan keberadaan Bandara I Gusti Ngurah Rai, sebagai bandara internasional dan posisi strategis Bali sebagai pulau yang menjadi tujuan utama wisata dunia, serta seringnya Bali dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan berkelas internasional,” ujar Koster dalam suaran tertulisnya, Minggu (13/11).
Sementara itu, untuk pembangunan tiga pelabuhan merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terkoneksi dan terintegrasi, yang menjadi prioritas pembangunan Bali sebagai implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.
“Pembangunan tiga pelabuhan sekaligus adalah untuk melayani masyarakat yang melakukan upacara adat, seperti ke Pura Ratu Gede Dalem Ped, melayani masyarakat yang secara rutin ke Nusa Penida, dan melayani wisatawan yang semakin ramai berkunjung ke Nusa Penida,” ujarnya.
Koster mengaku sangat prihatin melihat kondisi yang demikian parah, karena terlalu lama tidak ada pelabuhan, sehingga masyarakat tidak nyaman dan tidak aman bepergian ke Nusa Penida.
“Astungkara, berkat perjuangan gigih saya, melalui Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi, pembangunan dengan anggaran cukup besar tetap berjalan, dalam masa Pandemi Covid-19, anggaran tidak mengalami pemotongan, sehingga pembangunan bisa selesai sesuai rencana,” tuturnya.
Koster berharap, pengelolaan pelabuhan ini dilakukan secara profesional, agar memberi manfaat bagi kemudahan layanan masyarakat, memberi kontribusi perekonomian bagi masyarakat setempat, dan berdampak untuk meningkatkan pendapatan Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Klungkung. alt























