Koster: Kredit Macet BPD Bali Terendah di Indonesia, Klaim Tolak Pegawai Titipan Masuk

GUBERNUR Koster (kiri) membacakan pendapat akhir usai pembahasan Raperda Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada PT BPD Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (21/1/2026). Foto: hen
GUBERNUR Koster (kiri) membacakan pendapat akhir usai pembahasan Raperda Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada PT BPD Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (21/1/2026). Foto: hen

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, memuji kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dalam periode tahun 2025, dengan angka non-performing loan (NPL) atau kredit macet terendah di Indonesia. BPD Bali juga masuk dalam 10 besar BPD terbaik di Indonesia. Capaian bank pelat merah itu diutarakan saat memberi pendapat akhir dalam rapat paripurna DPRD Bali, yang membahas Raperda Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada PT BPD Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (21/1/2026).

Kepada hadirin, Koster berharap pembahasan lebih cepat, dan awal Februari bisa selesai. Dia berterima kasih DPRD menyetujui menambah Rp440 miliar penyertaan modal ke BPD Bali. “Izinkan saya menayangkan performa BPD Bali,” ucapnya dalam rapat dipimpin Ketua DPRD Dewa Made Mahayadnya itu.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data tayangan, BPD Bali menempati nomor 7 dari sisi aset 10 besar BPD terbaik di Indonesia, dengan nilai Rp42 triliun. Laba tahun 2025 mencapai Rp1,052 triliun, dengan rasio laba dan aset mencapai 3,9. Rasio laba dan ekuiti atau modal uang mencapai 26,46, tertinggi di Indonesia. “NPL hanya 0,02, paling rendah. Berarti peminjam uang rata-rata lancar, hampir tidak ada macet,” terangnya.

Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 60,15. Angka ini menandakan makin kecil angka berarti makin bagus dan tidak boros. Angka BOPO dari BPD Bali disebut terendah dan dinilai sangat efisien. Kondisi ini dicapai sejak 2023, setelah Koster memimpin langsung RUPS.

“Saya pimpin langsung RUPS, dan tidak mengizinkan permainan tidak sehat, meminjam uang dengan cara yang nakal, atau menempatkan pegawai yang tidak profesional, pegawai titipan, itu tidak baik,” tegas Ketua DPD PDIP Bali tersebut.

Dulu, sambungnya, BPD Bali terkenal ada titipan pegawai. Karena itu kinerja BPD sulit kompeten. Kalau mau sehat, dia minta BPD Bali jangan diganggu dan dipermainkan. Biarkan manajemen bekerja profesional. Dia pun bersikap keras kepada direksi dan komisaris.

“Saya tongkrongi dan briefing keras direksi dan komisaris agar menjalankan secara profesional. Hasilnya konkret dan terbaik di Indonesia,” bebernya disambut aplaus hadirin.

Meski demikian, Koster menilai kinerja BPD Bali masih bisa ditingkatkan. Selain itu kelemahan bank pemerintah ini di sektor informasi dan teknologi. Koster saat RUPS memberi arahan agar manajemen menambah sistem dan teknologi, agar tak kalah dengan bank umum nasional lainnya.

Lebih jauh, Koster mengklaim percaya penuh kepada Dirut BPD Bali, Nyoman Sudharma, memilih sendiri direksinya. “Saya bilang yang penting kooperatif dengan kamu, saya tak mau intervensi tapi minta tanggung jawabnya. Kalau kinerja buruk, kamu saya hukum. Kalau berhasil dipromosikan,” ungkapnya sembari minta Sudharma berdiri.

Terkait penambahan penyertaan modal Rp445 miliar, dia bilang bisa dilihat hasilnya nanti. Tahun 2025 modal Pemprov Bali Rp839 miliar atau 29%. Menurutnya, Pemprov tidak usah lebih tinggi dari Pemkab Badung, karena fiskal Badung lebih bagus. Kalau memang bagus, dia ingin memberi kesempatan lebih besar.

“Meski Badung tertinggi (penyertaan modalnya), saya Gubernur, lebih tinggi dari Bupati. Yang menentukan tetap Gubernur. Perubahan lebih baik tahun 2026 dan 2027 pasti sudah beda,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses