POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Tidak saja atlet digembleng, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Badung juga menggembleng 100 lebih pelatih muda (pemula) dalam kegiatan Training of Trainers (TOT), di aula Swiss-Bellhotel Rainforest Sunset Road, Kuta, Badung, Jumat (3/7/2026). Pelatihan pelatih selama dua hari itu dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Gusti Made Dwipayana.
Dalam laporannya, Ketua Panitia TOT Ketut Widia Astika mengungkapkan, kegiatan ini diikuti 114 pelatih muda dari 57 cabang olahraga (cabor) anggota KONI Badung. “Kami memang sengaja menyasar pelatih pemula dalam TOT tahun ini, tujuannya untuk regenerasi dan penguatan profesionalisme pelatih,” ujar Widia Astika yang juga menjabat Sekretaris Umum KONI Badung.
Selama 2 hari hingga Minggu (4/7/2026), para pelatih muda tersebut akan digembleng enam instruktur yang sudah berpengalaman di bidang keolahragaan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.
”Adapun materi yang akan diajarkan diantaranya prinsip-prinsip dasar pelatihan modern, teknik pengukuran fisik, monitoring, dan evaluasi atlet, penyusunan program latihan berbasis analisis kebutuhan cabor, dan implementasi program latihan kinerja pelatih,” kata Widia Astika.
Dalam arahannya, Ketua Umum KONI Badung I Made Sutama, menekankan pentingnya peranan pelatih dalam proses pembinaan atlet. ”Pelatih jadi ujung tombak dalam mencetak atlet prestasi. Dalam filosofi olahraga pelatih yang hebat, akan melahirkan atlet hebat,” ungkapnya.
Karena itu, Sutama sangat berharap, para pelatih muda yang terlibat dalam TOT ini, agar sungguh sungguh mengikuti pelatihan ini. ”Manfaatkan kegiatan ini dengan baik, karena TOT bertujuan membangun SDM Olahraga Badung, khususnya meningkatkan kompetensi pelatih sebagai ujung tombak proses pembinaan atlet,” harapnya.
Sutama juga berpesan, ilmu yang didapat pelatih dalam kegiatan TOT ini, nantinya benar-benar diterapkan dengan baik kepada atletnya di masing-masing cabor. Selain itu, ilmu yang didapat bisa digetoktularkan kepada rekannya sesama pelatih.
Dalam sambutannya Kadisdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana mengatakan, selain memiliki peran penting dalam proses pembinaan atlet, pelatih juga berperan dalam pembentukan karakter atlet sejak usia muda.
“Saya minta, jangan diajarkan anak-anak atlet muda itu untuk berbuat curang. Kita di Badung tidak perlu seperti itu, kita tidak perlu curang, jangan meniru yang lain. Ada atlet yang pura-pura cedera karena disuruh pelatihnya,” pinta Dwipayana. yes























