Komisi IX DPR Atensi Produk Tak Sesuai Beredar di Masyarakat

ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana, saat berinteraksi dengan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi obat dan pangan aman, di Banjar Dinas Bingin Banjar, Desa Temukus, Sabtu (16/4/2022). Foto: rik

BULELENG – Banyaknya produk-produk tidak sesuai beredar di masyarakat, menjadi perhatian Komisi IX DPR RI. Terlebih dalam situasi bulan puasa ini, masyarakat yang sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), diminta membuat produk makanan tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya.

Sebagai langkah edukasi, Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana, bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar, Sabtu (16/4/2022), menggelar sosialisasi tentang obat dan pangan aman kepada masyarakat di Banjar Dinas Bingin Banjah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Bacaan Lainnya

Ditemui usai menggelar sosialisasi, Kariyasa Adnyana mengatakan, sejauh ini masih banyak ditemukan produk UMKM yang beredar tidak sesuai ketentuan.

Kader senior PDI Perjuangan asal Busungbiu ini pun tak memungkiri, hal ini bisa terjadi karena ketidaktahuan masyarakat itu sendiri sehingga lebih cenderung menggunakan bahan yang berbahaya.

‘’Apalagi di saat bulan puasa ini, kan ada makanan seperti takjil dan juga produk makanan lain. Ya karena ketidaktahuan mereka, jadi sering menggunakan bahan berbahaya seperti formalin dan borak. Kalau ini dikonsumsi kan dapat merusak kesehatan,’’ kata Kariyasa Adnyana.

Untuk itu, melalui sosialisasi ini, Kariyasa Adnyana berharap, agar pelaku UMKM sadar untuk tidak menggunakan bahan berbahaya dalam setiap olahan produknya sendiri.

Baca juga :  “Peduli Banjar” Ringankan Beban Warga Saat Corona

‘’Kami dengan BPOM turun melakukan sosialisasi untuk bisa mengedukasi masyarakat, agar memilih produk yang sesuai,’’ ujar Kariyasa Adnyana.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Substansi Penindakan BPOM Denpasar, Wayan Eka Ratnata, tak menampik jika banyak ditemukan produk yang tidak sesuai beredar di masyarakat.

Hanya saja diakui Eka Ratnata, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kendala dalam melakukan pengawasan di lapangan. Sehingga, pengawasan juga perlu dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan cara memilih produk yang sesuai, termasuk juga kesadaran dari pelaku UMKM menghasilkan produk yang tidak menggunakan bahan berbahaya.

‘’Dalam sosialisasi ini, sudah kami jelaskan mana bahan yang boleh digunakan dan tidak. Saya akui, banyak ditemukan produk tidak sesuai. Pengawasan biasa kami lakukan, tapi setiap jelang hari raya ada peningkatan pengawasan yang kami lakukan selama ini,’’ pungkas Eka Ratnata. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.