Komisi II DPRD Klungkung Nilai Proyek SDN 1-SDN 3 Nyalian Kurang Bagus, Temukan Pasir Campur Tanah

ANGGOTA Komisi II DPRD Klungkung mengukur bahan besi yang tidak sesuai spesifikasi di SDN 3 Nyalian, Kecamatan Banjarangkan. Foto: ist
ANGGOTA Komisi II DPRD Klungkung mengukur bahan besi yang tidak sesuai spesifikasi di SDN 3 Nyalian, Kecamatan Banjarangkan. Foto: ist

KLUNGKUNG – Proyek rehab ringan ruang kelas di SDN 1 Nyalian, Kecamatan Banjarangkan yang menjadi tanggung jawab Pemkab  Klungkung mendapat penilaian kurang bagus dari Komisi II DPRD Klungkung. Pertama, papan proyek tidak terpasang; kedua, ditemukan besi yang berada di bagian dinding tidak tersambung sampai menyatu ke atas.

“Ditemukan bahan besi mengambang, sampai besi yang ketok labelnya 10 tapi ketika diukur hanya berukuran 8 mm,” seru anggota Komisi II DPRD Klungkung, Gde Artison Andarawata, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Klungkung, I Wayan Misna, di Desa Nyalian, Jumat (27/8/2021).

Read More

Lebih lanjut Artison mengatakan, seharusnya gedung sekolah yang difungsikan untuk mendidik anak bangsa masa depan kita, dibuat dengan mengutamakan kualitas proyek. Sebab, keselamatan anak-anak harus diutamakan.

Selain SDN 1 Nyalian, proyek di SDN 3 Nyalian yang menelan anggaran Rp151,547 juta untuk pembangunan ruang guru, juga menjadi atensi Komisi II DPRD Klungkung. Di proyek ini kedapatan bahannya tidak berkualitas, seperti pasir yang ditemukan dalam kondisi buruk akibat berisi campuran tanah, hingga ukuran besi yang tidak sesuai spesifikasi seharusnya.  

Atas temuan itu, Komisi II DPRD Klungkung menyarankan kepada pelaksana agar segera mengganti bahan sesuai spesifikasi yang direncanakan. Pun segera memperbaiki pekerjaan yang kurang bagus tersebut. baw

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.