TABANAN – Jajaran Kodim 1619/Tabanan dan Polres Tabanan bersama membangun jalan jembatan darurat penghubung Senganan-Belatung-Pemanis-Biaung, Kecamatan Penebel dengan dibantu masyarakat setempat. Jembatan tersebut putus setelah diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.
Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra; bersama Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf. Riza Taufiq Hasan, bersama jajaran masing-masing ikut turun ke lokasi bencana. Hadir pula petugas dari BPBD Tabanan, Perbekel Desa Biaung, dan Bendesa Adat Pemanis.
Kapolres dan Dandim memberi semangat serta motivasi kepada personel yang dilibatkan bersama masyarakat membuat jembatan darurat. Mereka menggunakan bahan bambu guna memudahkan transportasi atau lalu lintas warga menyeberang, baik pejalan kaki maupun dengan sepeda motor.
Kapolres berujar, monitoring dilakukan untuk melihat kondisi jembatan putus dan pembersihan sisa material bencana berupa sampah kayu, bambu, dan sejenisnya.
“Masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati dengan cuaca ekstrem akhir-akhir ini. Jangan sampai kita lengah, jangan memaksakan diri menerobos banjir saat dalam perjalanan. Berteduh dan mencari tempat yang aman, utamakan keselamatan jiwa,” pesannya.
Kapolres dan Dandim Tabanan juga memberi paket sembako kepada warga di Perum Griya Batu Indah, Banjar Batu Sangiang, Desa Gubug, Tabanan yang terdampak banjir, beberapa waktu lalu. Dandim mengatakan, pemberian sembako merupakan bentuk kepedulian kepada warga yang terdampak banjir.
Dia juga menyuntikkan semangat kepada warga yang terdampak banjir untuk kembali beraktivitas seperti biasa. “Bantuan sembako ini diharapkan bisa untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak banjir. Semoga bermanfaat,” ujarnya. gap























