POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Selat segera turun tangan melakukan klarifikasi terkait ada surat keberatan sejumlah tokoh masyarakat Desa Adat Muncan ke MDA Provinsi Bali, berkaitan dengan tahapan pengadegan (pengukuhan) bendesa.
Bendesa Alitan MDA Kecamatan Selat, I Komang Sujana, Senin (29/1/2024), usai menerima tokoh masyarakat dari pihak pengadu, mengungkapkan, yang jadi poin dasar sumber keberatan adalah beredarnya percakapan grup WA. Isinya tentang dugaan adanya kesepakatan antara penglingsir banjar adat untuk ngadegang bendesa lama secara mufakat.
“Berdasarkan adanya pesan WA tersebut, mereka kemudian melayangkan surat ke MDA Provinsi Bali. Sesuai dengan surat yang juga ditembuskan ke MDA Kecamatan, tentu kami akan segera melakukan klarifikasi kepada semua pihak. Kami akan mengkorelasikan kebenaran surat yang disampaikan tersebut dengan kondisi di lapangan,” ucapnya didampingi Penyarikan, I Gusti Made Budiarta; dan Petengen, I Ketut Yasa.
Selain itu, sambungnya, kedatangan pihak yang merasa keberatan tersebut juga membawa serta awig-awig Desa Adat Muncan terkait ngadegang bendesa adat. Dijelaskan Sujana, sesuai yang disebutkan di awig-awig paos 18, bahwa calon bendesa itu berasal dari masing-masing banjar adat.
Hal ini berbeda dengan apa yang disampaikan pihak bendesa saat datang ke MDA Selat beberapa waktu lalu, yang menyebut ngadegang bendesa memakai sistem keturunan.
Terkait dengan isi WA yang beredar, Sujana menyebut dari pihak Bendesa menganulir semua isi dari pesan WA tersebut. Sejauh ini proses tersebut belum ada, sesuai dengan apa yang disampaikan ke MDA Kabupaten sebelumnya.
Terkait ngadegang bendesa, ulasnya, proses ngadegang bendesa adat wajib ada pihak MDA Kecamatan untuk memverifikasi apakah perarem ngadegang sudah sesuai atau belum. Setelah itu baru bisa dilanjutkan ke MDA Kabupaten dan Provinsi untuk dicarikan nomor registrasi, kemudian membentuk panitia pengadegan, serta melakukan sosialisasi kepada warga desa adat.
“Ini memang perlu kita luruskan, karena selama ini pihak MDA Kecamatan belum ada mendampingi atau melakukan verifikasi terkait tahapan ngadegang bendesa di Desa Adat Muncan,” imbuh Sujana.
Dia memastikan akan meluruskan persoalan ini, sekecil apa pun ketika terjadi kesepakatan bulat itu wajib disosialisasikan. Jangan sampai ada dusta di antara warga, dan pengadegan bendesa jadi cacat. Karena itu dia berharap Desa Adat Muncan tetap kondusif, perbedaan itu wajar, tetapi semua pihak agar tetap tenang dan mengikuti prosesnya.
“Kami akan turun bersama MDA Kabupaten dan Provinsi akan turun meluruskan persoalan yang terjadi, serta memberi pendampingan terkait proses ngadegang bendesa agar prosesnya berjalan sesuai mekanisme,” pungkasnya. nad