Kirim 80 Ekor Babi ke Jakarta, Bupati Sanjaya Komitmen Tangani Stunting dan Bangun Sektor Pertanian

SEBANYAK 80 ekor babi hasil ternak masyarakat di Desa Pitra, Kecamatan Penebel, dikirim secara simbolis ke DKI Jakarta, melalui Perusda Dharma Santhika Tabanan, yang bekerja sama dengan Perumda Dharma Jaya, DKI Jakarta. Pengiriman itu ditandai dengan pecah kendi oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Jumat (24/2/2023). Foto: ist

TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, berkantor di Kantor Desa Pitra, Kecamatan Penebel, Jumat (24/2/2023). Tercatat sampai saat ini sudah 30 kali melaksanakan program ‘ngantor di desa’ dari 133 desa yang ada di Kabupaten Tabanan.

Salah satu tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memantau jalannya program pemerintah di desa, serta turun langsung menyerap aspirasi masyarakat hingga terkait penanganan stunting.

Read More

“Persoalan stunting adalah hal yang sangat serius untuk ditangani, termasuk di Desa Pitra, agar kasus stunting bisa ditangani dengan baik,” ungkap Sanjaya, sebelum mengawali kegiatan berkantor di desa.

Sanjaya mengawali kegiatan tersebut dengan meresmikan jalan di Banjar Poh Gending, yang ditandai dengan pemotongan pita. Lanjut penanaman bibit pohon tabebuya secara simbolis, dan pelepasan 80 ekor babi ke Perumda Dharma Jaya Jakarta. Dilanjutkan meninjau kuliner UMKM Bumdes di Kantor Desa Pitra, sekaligus meninjau pelayanan OPD terkait, dan bertatap muka dengan masyarakat.

Terkait awal kerja sama Pemkab Tabanan dengan Pemprov DKI, Sanjaya melepas pengiriman ternak babi ke Jakarta. Sebanyak 80 ekor babi hasil ternak masyarakat di Desa Pitra dikirim secara simbolis ke DKI Jakarta, melalui Perusda Dharma Santhika yang bekerja sama dengan Perumda Dharma Jaya, DKI Jakarta.

“Kerja sama ini diharapkan bukan hanya di satu sektor saja, melainkan juga merambah ke sektor lainnya yang ada di Tabanan,” tegasnya.

Sementara Perbekel Desa Pitra, I Nengah Widiantara, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran ke Desa Pitra. “Harapan kami adalah agar permasalahan-permasalahan yang ada di desa kami ini bisa terselesaikan,’ ungkapnya.

”Baik itu masalah sampah, bidang kesehatan dan stunting, serta terkait jalan desa yang masih belum terbeton semua. Itu harapan kami, dan mudah-mudahan ini jadi awal yang baik bagi kami untuk terus bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” harap Widiantara. gap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.