JAKARTA – Dekranasda Gianyar kembali mengikuti ajang fashion terbesar di Indonesia yakni Indonesia Fashion Week (IFW). Dekranasda Gianyar menampilkan 30 rancangan busana dari tiga desainer yang bergabung dalam Asosiasi Perancang Busana Gianyar seperti Dika Saskara, Dian Jelantik, dan Shima.
Dalam IFW kali ini, desainer binaan Dekranasda Gianyar mengambil tema “Tembang Warni Ikat Gianyar” yang mengandung makna keberagaman kekayaan tenun di Gianyar yang terus berkembang dari zaman kerajaan hingga postmodern saat ini.
“Konsep yang kami tampilkan adalah casual smart, jadi mereka menampilkan rancangan yang memang bisa dipakai kapan saja. Artinya, tidak mengkhusus seperti gaun malam yang digunakan saat dinner,” ujar Ketua Dekranasda Gianyar, IA Surya Adnyani Mahayastra, saat mengikuti acara IFW di JCC Senayan, Jumat (24/2/2023).
Adnyani menuturkan, IFW merupakan ajang promosi bagi UMKM di Gianyar. Yang diharap di IFW adalah sebagai promosi daerah, promosi Dekranasda, promosi kerajinan, dan mendukung UMKM di Gianyar agar tetap bangkit berkarya. Apalagi fesyen berkolaborasi dengan perajin lain, misalnya perajin perhiasan dari Celuk. Gianyar meraih predikat sebagai World Craft City sejak tahun 2018.
Di samping sebagai ajang promosi, cetusnya, juga akan menambah pengalaman para perancang busana. Para desainer dari seluruh Indonesia kami dapat menambah wawasan, sehingga mereka dapat mengikuti tren tersebut. “Dan, tidak ketinggalan zaman dari pemilihan warna maupun desain,” terangnya.
Keikutsertaan Dekranasda Gianyar di IFW, ungkapnya, tidak terlepas dari dukungan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, yang menurutnya sangat peduli dengan kemajuan UMKM/IKM, karena kemajuan UMKM akan mendongkrak kemajuan ekonomi masyarakat secara langsung. Dukungan Bupati Mahayastra diperlihatkan dengan ikut menyaksikan penampilan rancangan desainer muda Gianyar.
Desainer muda berbakat, Dika Saskara, mengaku sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti IFW, karena IFW merupakan ajang fesyen terbesar di Indonesia. “Dengan mengikuti ini, kami, desainer, dapat mempromosikan produk-produk IKM Gianyar lewat desain busana,” ucapnya bangga.
Keunikan atau keunggulan desain yang akan ditampilkan, Dika mendaku desain busananya mengaplikasikan kain tenun dengan kain modifikasi lainnya. Dia tampil dengan desain lebih ringan dengan garis desain kekinian, sehingga dapat lebih diterima masyarakat.
IFW 2023 digelar mulai dari 22 Februari hingga 26 Februari di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat. Pada tahun ini IFW mengangkat wastra Gorontalo yang bertajuk “Sagara dari Timur”. “Sagara” yang menjadi tema IFW 2023 diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti lautan.
IFW berupaya menghadirkan kreativitas baru dalam dunia fesyen dengan menyorot keindahan dan kehidupan bahari Indonesia di Zona Wallacea. adi























