POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Tokoh Pers Bali dan juga Ketua Umum (Ketum) KONI Badung, Made Nariana kembali meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Catatan Kehidupan Made Nariana, Dari Kuli Tinta ke Dunia Olahraga’.
Buku catatan kehidupan itu merupakan buku ketiga yang ditulisnya. Dua buku sebelumnya adalah, ”Profesi Wartawan seumur Hidup” serta ”Manusia Bali dan Reklamasi”.
Buku ketiga itu diterbitkan bertepatan pada Ulang Tahun (Ultah) ke-75 Made Nariana pada 21 Juni 2024. Buku yang disunting oleh Suarthama itu dibedah Selasa (25/6/2024) di Aula Kantor Koni Badung.
Hadir sebagai pembedah, Mantan Ketua PWI Bali, Bagus Ngurah Rai. Serta undangan lainya, seperti owner Radio Gema Merdeka dr. I Gusti Ngurah Oka, Wakil Pemred Pos Bali Gregorius A Rusmanda, Perwakilan PHDI Badung Prof. Dr. Ida Bagus Candrawan serta undangan lainnya dari tokoh pers dan juga tokoh masyarakat.
Sebagai penulis, Made Nariana menyatakan tidak semua pengalaman yang dilalui dituliskan dalam buku setebal 60 halaman itu. Nariana menceritakan dirinya sejak duduk di bangku sekolah dasar sudah aktif bahkan menjadi “provokator” di desanya di Desa Baha, kecamatan Mengwi – Badung.
Dari berbagai pengalaman, Nariana yang terjun ke Dunia Jurnalis dengan bergabung kelompok Media Bali Post hingga menjabat sebagai sebagai pimpinan di anak perusahan tersebut. Nariana juga menjabat sebagai Ketua PWI Bali, Ketum KONI Bali dan Kini menjadi Ketum Koni Badung. serta masih banyak jabatan yang pernah disandangnya.
Sementara itu, dalam laporan ketua panitia bedah buku, I Made Sutama menyampaikan terimakasih kepada para undangan yang hadir pada kesempatan itu. “Terimakasih kepada para undangan yang telah hadir,” kata Sutama.
Sutama yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Badung menyampaikan Made Nariana adalah sosok yang elegan dan disiplin dengan waktu.
Bahkan suatu ketika dalam sebuah kunjungan ke Jakarta, ia menyaksikan sendiri jika Nariana bangun dini hari untuk mengetik sebuah artikel melalui handphone. “ketika saya tanya, dijawab buat berita. sangat luar biasa segitu beliau disiplinnya,” kata Mantan kepala Bapenda Badung itu.
Usai peluncuran dan bedah buku tersebut, Made Nariana mengatakan, pihaknya ingin berbagi kisah dari catatan kehidupannya kepada khalayak umum.
“Kesenangan saya menulis politik dan olahraga. Karena senang menulis, saya dipilih menjadi Humas KONI, Siwo PWI dan juga menjadi Ketua KONI. jadi sejarahnya bukan ujug-ujug jadi ketua KONI,” kata Nariana.
Pemimpin Redaksi Surat Kabar Pos Bali itu juga mengatakan untuk bidang olahraga masih banyak hal yang harus dibenahi termasuk profesionalisme.
“Siapa yang terbaik yang punya prestasi, itulah yang kita adu dalam kejuaraan. sebab saya masih melihat banyak pengurus olahraga pilih kasih terhadap anak didiknya,” kata Nariana yang menjabat sebagai Ketum Koni badung hingga 2025 itu. nas
























