Ketua Umum TI Badung di-MTP, Putu Winasa Siap Melawan demi Kebenaran

KETUA Umum TI Badung, Putu Winasa Winasa (tengah pakai topi) saat mendampingi atletnya pada Babak Kualifikasi (BK) PON XXI cabor taekwondo, di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, akhir Oktober 2023. foto: dok

POSMERDEKA.COM. DENPASAR – Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba Ketua Umum (Ketum) Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Badung Putu Winasa dapat Mosi Tak Percaya (MTP) yang dilayangkan 6 dojang anggotanya.

Ke-6 dojang itu yakni Dojang First Star Taekwondo Academy, Dojang JH KIM Badung, Dojang DinastyTNI AL Badung, Dojang Taekwondo Kids School Badung , Dojang Satrya Jaya Mumbul dan Dojang Pasopati Badung.

Bacaan Lainnya

Lucunya, surat MTP itu tidak diterima langsung yang bersangkutan (Putu Winasa), tetapi langsung dikirimkan ke Pengprov TI Bali. Sementara, KONI Badung yang mengeluarkan rekomendasi kepengurusan TI Badung hanya diberikan surat tembusan. Ada apa ini?

Padahal, kalau ditelisik prestasi taekwondo Badung saat ini, tentu tidak terlepas dari nama Putu Winasa. Dimulai jadi Ketua Dojang Udayana Bali, banyak mencetak taekwondoin berprestasi, bahkan sebagai dojang penyumbang medali terbanyak di berbagai event seperti Porjar Kabupaten Badung, Porsenijar Provinsi Bali.

Dojang Udayana menjadi satu-satunya dojang perwakilan Kabupaten Badung yang meraih Juara Umum di Event Nasional maupun Internasional seperti BNN Chalenge 2017, Denpasar Open 2019 juga juara umum, kemudian juara umum Kejurprov Bali 2022, Kapolres Bandara I Gusti Ngurah Rai Cup (juara umum).

Baca juga :  Penataan Perbatasan, Wabup Kasta Ingatkan Konsultan Pengawas Rajin Pantau Proyek

Kemudian pada even KONI Badung Sport Tourism 2023 juga sebagai juara umum. Terkini, TI Badung meloloskan atlet terbanyak dalam tim taekwondo Bali menuju PON XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.

Lantas apa yang menjadi dasar keenam dojang itu ”melengserkan” Putu Winasa yang baru berjalan 1,5 tahun menjabat sebagai Ketua Umum Pengkab TI Badung?

Menyikapi hal itu, Putu Winasa akan melakukan perlawanan. Bahkan, ia tak segan-segan akan melapor kepada pihak berwajib terhadap perbuatan para dojang atas dugaan pencemaran nama baik dan adanya indikasi ujaran kebencian hate speech terhadap dirinya. Seperti ada dugaan penyalahgunaan keuangan sebagaimana diutarakan para pemilik dojang.

‘’Kalau saya menyalahgunakan keuangan TI Badung, silahkan panggil dan datangkan pihak yang berwenang untuk meng-audit kepemimpinan saya. Jika terbukti bersalah, hukum saya sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Putu Winasa, kepada sejumlah awak media, Sabtu (6/7/2024).

”Tapi apa bila selanjutnya saya telusuri adanya bentuk ujaran kebencian yang dilontarkan oleh masing-masing dojang tersebut, saya juga akan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ancam pelaku pariwisata ini dengan nada tegas.

Kemunculan MTP tersebut sempat ada rumor dirinya kemungkinan akan di Plt. Terkait rumor tersebut, Putu Winasa siap melakukan perlawanan. ”Kalau sampai saya di Plt apalagi dllengserkan, berarti saya benar melakukan penyalahgunaan keuangan organisasi TI Badung,” ujarnya.

Baca juga :  Meski sudah Sembuh Total, Bali United Putus Kontrak Agus Nova

”Kasus ini, tidak hanya saya analisa sendiri, Saya sudah konsultasi dengan berbagai pihak termasuk rekan-rekan kami di Ibu Kota yang paham dan bernaung dibidangnya, bahkan ada menyarankan saya mencari keadilan dengan mengajukan gugatan ke BAORI (Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia) andaikata diri saya di Plt,’’ lanjut Putu Winasa.

Disisi lain, ia mengakui banyak pihak menyarankan agar dirinya untuk mundur saja secara baik- baik demi menjaga keutuhan Taekwondo Badung. Namun semua saran tersebut ditolaknya secara halus.

‘’Kalau saya mundur begitu saja dari persoalan ini, berarti memang benar saya bersalah. Saya begitu yakin, apa yang diutarakan dalam MTP masih perlu dibuktikan kebenarannya dan tanpa ada manipulasi dari pihak manapun,” tandas Putu Winasa .

Sesuai AD/ART Taekwndo Indonesia, lanjut dia, Muskablub bisa diusulkan bila didukung minimal 2/ 3 pemilik suara. Cuma katanya, syarat tersebut baru memenuhi syarat formil. Masih ada syarat materiil yang harus terpenuhi dan memang terbukti bersalah atau tidak, diantaranya melakukan tindakkan korupsi, menyalahgunakan
kewenangan sebagai Ketua Umum TI Badung.

‘’Karena itu, saya tetap akan melawan dengan data dan fakta, bukan semata–mata saya ingin mempertahankan kedudukan sebagai ketua umum. Saya cinta dengan Taekwondo. Kasihan para atlet kalau dibina oleh orang yang tidak bertanggung jawab,’’ tegas Putu Winasa.

Rasa kecewa Putu Winasa muncul saat menjabat sebagai Ketua Pengkab TI Badung dengan berbagai upaya kekeluargaan dan bentuk sportivitas yang dilakukan dipandang sebelah mata oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan kepentingan sepihak tanpa ada kritik dan saran langsung terhadapnya

Baca juga :  Jalankan Upacara “Yadnya” Sesuai Kemampuan, Pasraman Geria Gede Wayahan Buruan Sediakan Opsi

“Kami semasa menjadi Ketua Dojang Udayana sangat mendukung penuh kebijakan dan aturan yang diberlakukan Ketua Pengkab TI Badung sebelumnya, dan pada saat itu terjadi konflik, namun kami selaku ketua dojang pada saat itu selalu mem back up organisasi sesuai dengan kebenaran data dan aturan yang ada” kisanya.

Ditanya kemungkinan ada dalang dibalik munculnya MTP ini, Putu Winasa meyakini ada aktor intelektualnya. ”Entah apa yang mereka inginkan dari saya. kita tunggu saja, yang pada intinya dojang-dojang yang membuat MTP, saya mau tau seberapa besar sih sumbangsih prestasi yang sudah diberikan ataupun yang sudah dicapai untuk taekwondo Kabupaten Badung” ujarnya.

Ia kemudian menyebut sejumlah nama, yang sesungguhnya merupakan mantan pembina Taekwondo Badung yang kini berkiprah di tempat lain. Fakta lainnya, juga diakuinya ada pengurus TI Badung yang berusaha menusuk dirinya dari belakang. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.