Ketua LVRI Markas Cabang Bangli Berpulang

AA Gde Bagus Ardana (alm). Foto: ist
AA Gde Bagus Ardana (alm). Foto: ist

BANGLI – Keluarga besar Puri Agung Bangli dan masyarakat Bangli kehilangan sosok tokoh serbabisa, AA Gde Bagus Ardana, pejuang asal Bangli yang menjabat Ketua LVRI Markas Cabang Bangli dan pernah menjadi anggota DPRGR dan DPRD Bangli. Dia adik kandung keempat Pahlawan Nasional Kapten AA Gede Anom Mudita. Ardana meninggal, Senin (21/2/2022)  pada usia ke 90 tahun 54 hari, meninggalkan tiga istri, 14 anak, dan banyak cucu serta cicit.

Menurut AA Gede Putra Temaja Ardana, anak keempat dari istri pertama almarhum, ayahnya sempat dibawa ke RSU Bangli, Minggu (20/2/2022) sekitar pukul 10.00 Wita karena kondisi fisiknya melemah. “Kalau sakit saya rasa tidak, lebih karena faktor usia,” ucapnya.

Read More

Setelah menjalani perawatan sehari, Ardana mengembuskan napas terakhir pada Senin (21/2/2022) sekitar pukul 15.30 Wita. Ardana merupakan anak keempat dari enam bersaudara dari pasangan AA Gede Agung Anom Putra dengan AA Ayu Made Rai, dan dikenal penglingsir Puri Agung Bangli. Ardana merupakan tokoh sangat berpengaruh di Bangli, dimulai dari kisah heroik ikut berjuang dalam revolusi dalam usia baru 12 tahun.

Ardana juga dikenal sebagai maestro seni lukis yang beraliran semirealis. Salah satu karya lukisnya adalah lukisan Hamonan membakar Alengkapura yang sempat hendak dibarter dengan mobil. “Namun, beliau tidak mau. Entah kenapa, karena pertemanan dengan seorang hakim yang bertugas di Pengadilan Negeri Bangli, (akhirnya) hanya ditukar dengan satu jam tangan,” terang Temaja Ardana.

Lebih jauh dikisahkan, banyak lukisan almarhum diambil yang mengambil tokoh besar negeri ini, seperti Wakil Presiden, menteri bahkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ardana juga sangat mengabdikan diri kepada Bangli, mulai dari ide dan gagasan yang disampaikan kepada para pemimpin atau elite Bangli. Dalam bidang budaya, Ardana juga dihormati karena pemahamannya tentang mengecat ulang sesuhunan Barong (ngodakin).”Juga sering diundang jika ada  upacara besar seperti karya di pura untuk memutru tanpa imbalan,” ulasnya.

Mengenai jadwal pelebon, Temaja Ardana berujar masih belum pasti. Keluarga besar masih mohon hari baik ke Ida Pedanda Selat, Desa Selat Peken, Susut, Bangli. Sebelumnya dilaksanakan rembug keluarga besar bersama prajuru Adat Puri Agung dan Banjar Pande, Ardana juga ikutmebanjar Pande di Desa Adat Cempaga, Bangli. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.