Ketua Demokrat NTB Diminta Jangan Alergi Kritik

  • Whatsapp
KETUA Bidang Perhubungan dan Informatika DPD Demokrat NTB, Junaidi Kasum. Foto: rul
KETUA Bidang Perhubungan dan Informatika DPD Demokrat NTB, Junaidi Kasum. Foto: rul

MATARAM – Perseteruan antara Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri, dengan Ketua Bidang Perhubungan dan Informatika DPD Demokrat NTB, Junaidi Kasum, ternyata belum selesai. Junaidi, Selasa (2/2/2021) menanggapi pernyataan Mahally yang mempertanyakan kontribusinya di partai. Junaidi mempertanyakan di mana Mahally saat Pemilu 2004 dan Pemilu 2009?

“Saya sudah di Demokrat sejak partai ini didirikan. Kalau dia masuk Demokrat baru setelah itu, selanjutnya baru hari ini beliau Ketuanya, berarti dia generasi keempat,” sindir Junaidi.

Bacaan Lainnya

Dia mengaku kurang nyaman dengan pernyataan Mahally yang dinilai terlalu personal mempertanyakan kontribusinya kepada Demokrat. Hal itu dinilai suatu kekeliruan besar, dan makin menunjukkan Mahally tidak tahu bagaimana perjuangan pada masa awal Demokrat di NTB. Junaidi menyarankan Mahally bertanya ke Lalu Abdul Khalik Iskandar, mantan Ketua DPD Demokrat NTB, bagaimana kontribusinya kepada partai.

“Kontribusi ke partai itu bisa dengan pikiran dan tenaga, tidak harus dengan kita setor duit. Sangat keliru pernyataan Mahally tersebut,” tudingnya.

Mahally diingatkan agar tidak antikritik, lebih-lebih jika kritik tersebut bersifat konstruktif dari kader untuk kepentingan partai. Pun tidak perlu memberi pernyataan berlebihan mengarah kepada personal untuk menanggapi kritik dan masukan kader. Dia mengklaim punya hak sebagai kader dan pengurus untuk mengoreksi partai, dan sudah melapor ke DPP.

Baca juga :  Dokter Muda Positif Covid-19 Pasca Tangani Bocah SD yang Meninggal

Soal kritikannya atas hasil Demokrat pada Pilkada 2020 di tujuh kabupaten/kota di NTB yang banyak menelan kekalahan, dia menilai harus diakui Mahally untuk jadi bahan evaluasi. Dia menegaskan tidak takut dan ragu jika apa yang dikatakan ada faktanya. Masukan itu untuk kepentingan partai, dan Junaidi berujar tidak akan membiarkan Demokrat makin terpuruk.

Pada kesempatan itu Junaidi mengaku bersyukur Fraksi Demokrat DPRD NTB belakangan menarik diri untuk melakukan interpelasi kepada Gubernur NTB. Dia tidak mau ada penumpang gelap dalam isu interpelasi tersebut, dan menegaskan Demokrat  harus kembali ke jalurnya sebagai partai pengusung dan pengawal Zul-Rohmi.

Sebelumnya, TGH Mahally Fikri mempertanyakan kapasitas Junaidi dalam mengkritik kepengurusannya. “Siapa dia? Jadi apa dia di Demokrat? Selama ini ke mana dia dan apa kontribusinya kepada Demokrat?” serang Mahally.

Selain mempertanyakan dasar Junaidi Kasum menilai kinerja dia selama memimpin Demokrat, Mahally juga menuding pernyataan Junaidi tersebut sangat ngawur dan tak mendasar. Dari segi aturan, Junaidi disebut tidak ada hak menilai. Yang berhak menilai sukses atau gagalnya DPD adalah DPP dan DPC, sedangkan dari sisi moral adalah masyarakat.

“Maka tanyakan kepada DPC-DPC dan DPP apa DPD Demokrat NTB gagal atau tidak? Sebab mereka yang paham perkembangan perjuangan politik Demokrat,” serunya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.