Cabuli Bocah, Duda 50 Tahun Diterungku

  • Whatsapp
JMA alias Pakang (50) diterungku di Rutan Polres Bangli untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mencabuli anak di bawah umur berinisial KS (9) di kamar mandi rumah Pakang. Foto: ist

BANGLI – Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur terjadi di Bangli. JMA alias Pakang (50) mencabuli anak di bawah umur berinisial KS (9) di kamar mandi rumah Pakang. Kini pria asal Banjar Yeh Panes, Desa Songan B, Kintamani itu diterungku di Rutan Polres Bangli untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pakang tega mencabuli anak yang masih tetangganya itu, lantaran tak kuat menahan nafsu setelah menduda selama 1,5 tahun.

Bacaan Lainnya


“Pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan secara intensif. Sementara korban, dengan ditemani ibunya, menjalani pemeriksaan visum et repertum di RSUD Bangli,” kata Kasatreskrim Polres Bangli, AKP Androyuan Elim, didampingi Kasubaghumas Iptu I Wayan Sarta, Selasa (26/10/2021).

Setelah menjalani pemeriksaan, jelasnya, Pakang langsung ditetapkan sebagai tersangka, dan dijebloskan ke tahanan. Meski hasil visum korban belum keluar, tapi secara fisik kemaluan korban berdarah.

Kasus terungkap Rabu (20/10/2021) sekitar pukul 15.00 Wita, ketika ibu KS curiga dengan gelagat aneh anaknya saat di rumah. Dia terkejut ketika melihat kemaluan anaknya berdarah, dan korban kemudian mengaku diperkosa Kapang.

Dari penuturan korban ke ibunya, ketika melintas sendirian di sebelah barat rumah tersangka, korban langsung ditarik kedua tangannya. Sambil mulut dibekap, korban diseret masuk ke kamar mandi pelaku dan disetubuhi secara paksa.

Baca juga :  Pandemi Corona Sulut Terjadinya Ledakan Angka Kelahiran

”Pelaku tega memperkosa korban lantaran nafsu karena sudah menduda selama 1,5 tahun. Dia mengaku melakukannya hanya sekali,” terang Androyuan.

Pakang dijerat pasal 81 Ayat (1) atau (2) UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan UU No. 17/2016 tentang Penetapan Perppu No. 1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. “ Pelaku terancam hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.