Kerja Sama Pemdes Sidan-Kodim 1616/Gianyar, Pangdam IX/Udayana Panen Padi Organik di Subak Kwalonan

PANGDAM IX/Udayana berbincang dengan Kepala Desa Sidan usai panen padi organik di Subak Kwalonan, Selasa (26/3/2024). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Membantu program percepatan pemerintah dalam menuju swasembada pangan, atas kerja sama Pemerintah Desa Sidan dengan Kodim 1616/Gianyar, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Bambang Trisnohadi, melaksanakan panen padi organik bersama di Subak Kwalonan Desa Sidan, Gianyar, Selasa (26/3/2024).

Pangdam mengapresiasi sinergitas yang kuat antara TNI dan Pemerintah Desa Sidan dalam mengembangkan pertanian organik di Subak Kwalonan, Gianyar. “Saya apresiasi sinergitas TNI dan Pemdes Sidan dalam mengembangkan pertanian organik,” pujinya.

Read More

Dandim 1616/Gianyar, Letkol Cpn Gede Winarsa, mengaku bangga dengan keberhasilan program tersebut. menurutnya, lokasi panen di Subak Kwalonan Desa Sidan menjadi simbol komitmen jangka panjang TNI, dalam mendukung pengembangan padi organik sejak 2020 hingga saat ini. “Pilihan Pemdes Sidan untuk fokus pada pengembangan padi organik di Gianyar sangat tepat,” ungkapnya.

Dandim menambahkan, produk pertanian organik bukan hanya memberi manfaat kesehatan bagi masyarakat, tapi juga memberi hasil melimpah dan berkualitas tinggi. Ini memicu harapan besar bagi masyarakat Sidan dan sekitarnya untuk beralih ke pertanian organik, memanfaatkan babinsa yang ada di setiap desa sebagai mitra dalam proses edukasi dan pelaksanaan.

“Panen padi organik ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Desa dan Kodim Gianyar dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Gianyar,” sambungnya.

Sinergitas antara TNI dan pemerintah daerah yang terus terjalin, imbuhnya, diharap dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan pertanian organik. Pun sebagai solusi ketahanan pangan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kepala Desa Sidan, Made Sukra Suyasa, menambahkan, dia sangat bangga Desa sidan menjadi salah satu desa yang mengusung pertanian padi organik. Dia menuturkan, pertanian padi organik di Sidan dimulai sejak tahun 2020.

Saat itu terjadi pandemi Covid-19, sehingga pertanian menjadi salah satu bidang yang eksis dalam mengurangi pupuk dan bibit nonorganik. “Pemeritahan Desa Sidan bekerja sama dengan TNI AD, khususnya Kodim 1616/Gianyar, untuk memperluas penggunaan padi organik,” ungkapnya.

Kerja sama Pemdes Sidan dengan Kodim Gianyar terus bergulir. Terbukti dengan melaksanakan panen bersama di Subak Kwalonan. Secara keseluruhan, luas areal di Subak Kwalonan sekitar 40 hektar. “Di sisi lain, lahan tidur diupayakan pembukaan lahan seluas 1 hektar di Kisidan Eco Hill, yang saat ini ditanami padi varietas mentik susu dan berumur sekitar dua bulan,” pungkasnya. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.