Kembali, Iwan Panjidinata Nakhodai Gerindra Sumbawa Barat

  • Whatsapp
KETUA Badan Pengawas dan Disiplin DPP Partai Gerindra, Bambang Kristiyono; bersama Sekretaris DPD Gerindra NTB, Ali Al Khaery (kiri), saat menyerahkan SK kepada Iwan Panjidinata sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Sumbawa Barat (kanan). Foto: rul
KETUA Badan Pengawas dan Disiplin DPP Partai Gerindra, Bambang Kristiyono; bersama Sekretaris DPD Gerindra NTB, Ali Al Khaery (kiri), saat menyerahkan SK kepada Iwan Panjidinata sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Sumbawa Barat (kanan). Foto: rul

MATARAM – Sempat lama vakum, Iwan Panjidinata kembali memimpin DPC Partai Gerindra Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggantikan Mustafa HMS. Penyerahan SK pergantian personalia DPC Partai Gerindra KSB itu dilakukan Ketua Badan Pengawas dan Disiplin DPP Partai Gerindra, Bambang Kristiono di Mataram, Jumat (17/12/2021).

“Pergantian atau pergeseran posisi ini adalah bagian dari proses konsolidasi partai. Sebab, ada agenda politik yang akan dihadapi partai dalam waktu tidak terlalu lama,” kata HBK, sapaan akrab Kristiono, saat dihubungi, Minggu (19/12/2021).

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mengingatkan pentingnya pengelolaan partai secara tertib dan modern. Rencana proses pergantian antarwaktu salah seorang anggota DPRD KSB yang disebut sakit, juga menjadi sorotan beberapa pihak di KSB.

Iwan Panjidinata pernah memimpin DPC Gerindra KSB sebelumnya, dan pernah menjabat Wakil Ketua DPRD. Namun, pada Pilkada KSB tahun 2015, Iwan dicalonkan partainya untuk posisi calon Wakil Bupati berpasangan dengan Mala Rahman. Sayang, pasangan ini hanya memperoleh posisi ketiga dari tiga pasangan calon.

Karena mencalonkan diri, sesuai UU Pilkada, Iwan mundur dari anggota DPRD KSB dan diganti rekan separtainya. Kemudian Ketua DPC Gerindra KSB berganti ke Mustafa HMS, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD KSB.

Baca juga :  Kapolres Tabanan Tekankan Netralitas Polri di Pilkada

Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Al Khairy, mengatakan, pergantian pucuk kepemimpinan ini adalah hal lumrah dalam sebuah organisasi, termasuk partai politik. Partai Gerindra, kata Ali, adalah rumah besar dengan banyak kamar. Karena itu, dia menilai pergantian ini semata pindah kamar saja. Tugas, pengabdian, dan tanggung jawab semua kader adalah masih sama.

“Yang paling penting adalah tugas untuk memenangkan agenda-agenda politik mendatang. Ada pemilihan legislatif, ada Pemilihan Presiden, ada juga pemilihan kepala daerah,” katanya.

Selain Iwan, Merliza juga ditunjuk menjadi Sekretaris dan Ikhsan Musa Mahdi sebagai Bendahara DPC Gerindra KSB. Ditetapkan pula 10 wakil Ketua, empat wakil sekretaris, dan dua wakil bendahara.

Kembali menakhodai Gerindra KSB, Iwan berujar akan langsung konsolidasi dengan kepengurusan di tingkat anak cabang setelah menerima SK DPP. Penguatan PAC menjadi prioritasnya, karena ketika PAC di setiap kecamatan memiliki posisi kuat, hal itu juga akan menjadikan DPC Gerindra KSB juga kuat. Selain itu, pengelolaan kepartaian yang tertib juga akan menjadi atensinya. Termasuk soal proses PAW salah satu anggota DPRD dari Gerindra yang menjadi sorotan. “Kami juga menyiapkan target-target untuk pemenangan partai ke depan,” kata Iwan.

Dia menargetkan perolehan kursi di KSB bisa meningkat menjadi empat kursi pada Pemilu tahun 2024. Pada Pemilu 2019 lalu, Gerindra memperoleh dua kursi, berkurang satu kursi dibanding perolehan suara pada Pileg 2014. Saat Gerindra memperoleh tiga kursi, Iwan menjadi Ketua DPC.

Baca juga :  Rai Mantra Tinjau Percepatan Penanganan Corona, Pastikan Pelayanan Publik Terapkan Prokes

“Di KSB ini ada tiga daerah pemilihan. Kalaupun nanti pada prosesnya Gerindra hanya mendapat satu kursi di tiap daerah pemilihan saat Pileg 2024, maka itu berarti sudah menjadi perbaikan dari perolehan kursi saat ini,” tandas Iwan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.