KARANGASEM – Menyikapi merebaknya kematian ternak babi belakangan ini, terutama di kawasan Kecamatan Abang, petugas lapangan dari Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Karangasem turun melakukan pengecekan ke lapangan. Petugas masih melakukan diagnosis untuk melacak apa penyebab kematian ternak babi itu: apakah virus, bakteri atau jamur. I Nyoman Mertha Tanaya selaku Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem, mengungkapkan hal tersebut, Selasa (25/1/2022).
Dia menguraikan, dari data yang diterima kemarin, ternak babi yang mati sebanyak 24 ekor, dengan persebaran berada di Desa Abang, Kerthamandala, Tiyingtali, dan Desa Ababi. Jika ada yang dinyatakan lebih, dia menilai itu kemungkinan karena warga yang memiliki ternak tidak mau melaporkan ternaknya mati. Dia berkata belakangan ini kematian ternak di masyarakat sering terjadi akibat terlambat mendapat penanganan.
Di Desa Kerthamandala, jelasnya, ada enam ekor. Desa Abang (6), Desa Tiyingtali (7), Desa Ababi (5). Yang di Kerthamandala disebabkan bakteri colibasilosis, di Abang disebabkan bakteri enteritis, di Tiyingtali akibat faktor bakteri colibasilosis, dan di Ababi itu satu ekor akibat distokia dan empat ekor karena helminthiasis.
Kemunculan penyakit menyerang babi itu, urainya, kemungkinan karena kelembapan tinggi akibat curah hujan tinggi. Hal itu mengakibatkan kondisi kandang tidak sehat, sanitasi kandang tidak baik, pakan tidak higienis, tercampur pakan basi, carrier dibawa saudagar babi yang membawa bibit penyakit dari luar. “Upaya penanggulangan sebaiknya dilakukan pembinaan cara memelihara babi yang baik, dilakukan disinfektan kandang, anjuran sanitasi, dan cara memberi pakan,” terangnya.
Jika terjadi kejanggalan terhadap ternak babi, meski itu gejala ringan, dia mengimbau pemiliknya cepat melapor kepada petugas lapangan. Begitu ada gejala sakit, jangan menunggu lagi untuk melapor. “Siapa tahu setelah mendapat penanganan cepat dan tepat, kondisi ternak bisa membaik dan normal. Di samping itu, kami juga tidak bisa memastikan (penyebabnya). Intinya, ada sedikit solusi upaya penanggulangan wabah ternak babi ini,” tandasnya. nad
























