MATARAM – Minyak goreng satu harga yang dijual Rp14.000 per liter menjadi rebutan masyarakat. Tak sedikit ritel modern di Kota Mataram yang kehabisan stok hanya dalam waktu 2 jam.
Karyawan Alfamart di Rembiga, Kota Mataram, Dino, membenarkan sejumlah pembeli berbondong-bondong datang ke gerai untuk membeli minyak goreng. Menurut dia, aksi borong minyak goreng terjadi sejak Rabu (19/1/2022) hingga Senin (24/1/2022) malam.
‘’Semenjak harga ditetapkan Rp14.000 per liter oleh pemerintah, antusias pembeli tidak seperti hari-hari sebelumnya, saat harga minyak masih Rp22.700 per liter,’’ ujar Dino, Selasa (25/1/2022).
Ia mengatakan, khusus pada Rabu (19/1/2022), stok minyak goreng sebanyak 20 dus isi 2 liter dan 6 dus isi 1 liter di gerainya habis diserbu. “Kemarin sore (dua hari lalu) langsung habis. Pembeli sangat ramai sejak harga Rp14 ribu per liter. Hari ini (kemarin) sudah kosong stoknya,” kata Dino.
Bahkan pembeli rela mengantri panjang demi mendapatkan minyak goreng satu harga itu.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, mengatakan fenomena tersebut sudah biasa terjadi. Di mana ada barang murah di ritel modern, masyarakat kalap membeli seolah besok barang tak ada lagi. ‘’Padahal arus suplai kan normal. Tapi masyarakat menyerbu seolah-olah besok enggak ada barangnya (minyak goreng),’’ kata Oke pada wartawan di Mataram, Selasa (25/1/2022).
Menurut dia, distribusi di ritel modern memang dibatasi untuk menjaga pemerataan kebutuhan minyak goreng satu harga kepada masyarakat. Artinya, hal itu memang dilakukan agar distribusi minyak goreng satu harga dapat berlangsung setiap hari dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Oke berkata, jika stok minyak goreng Rp14.000 di ritel modern habis, bukan berarti ketersediaan minyak goreng yang di disediakan pemerintah habis. ‘’Ritel modern dalam 2 jam habis, terus masyarakat mengira minyak goreng enggak ada lagi. Karena jalur normal seperti itu di ritel modern. Walau pun kita tambah kapasitas, tapi jalur distribusi normal di ritel modern itu ya terbatas seperti itu,’’ ujar Oke.
Menurut dia, minyak goreng satu harga yang disediakan pemerintah akan tersedia sampai enam bulan ke depan. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir keesokan harinya tidak dapat membeli minyak goreng. ‘’Subsidi ini kan sampai enam bulan. Tapi yang sekarang ini diperebutkan itu dalam satu minggu pertama. Saat ini pun, karena komunikasi yang transparan kepada masyarakat, masyarakat jadi tahu dan langsung berbondong-bondong ke ritel modern,’’ jelas Oke.
Ia menambahkan, kesempatan memperoleh minyak goreng satu harga ini masih panjang, masih sangat terbuka untuk rumah tangga dan pelaku usaha kecil dan mikro (UKM).
Secara terpisah, Sekretaris Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengatakan, minyak goreng tersebut dijual seharga Rp14.000 per liter, dengan ketentuan maksimal pembelian sebanyak 2 kemasan per orang. ‘’Maksimal pembeliannya hanya 2 kemasan per orang,’’ ujarnya.
Menurut Nelly, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), telah menyiapkan dana sebesar Rp7,6 triliun yang digunakan untuk membiayai penyediaan minyak goreng kemasan bagi masyarakat sebesar 250 juta liter per bulan atau 1,5 miliar liter selama enam bulan.
‘’Pemerintah menyediakan anggaran Rp7,6 triliun membiayai penyediaan minyak goreng kemasan,’’ tandasnya. rul
























