POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Untuk mengatasi banyaknya sampah saat piodalan di Pura Griya Sakti Manuaba, Desa Kendran, Tegalalang, Desa Adat Manuaba bekerja sama dengan Yayasan Griya Luhu, Beng, Gianyar.
Ni Wayan Eka, perwakilan Griya Luhu, Rabu (7/5/2025) mengatakan, dia diajak bekerja sama oleh Desa Adat Manuaba dalam pengelolaan sampah selama piodalan di Pura Griya Sakti Manuaba, dari tanggal 13-16 Mei mendatang.
“Ini merupakan kali pertama Yayasan Griya Luhu kerja sama dengan Desa Adat dalam pengelolaan sampah saat piodalan. Semoga hal ini bisa bermanfaat dalam menjaga kelestarian dan kesucian pura,” ungkapnya.
Lebih jauh disampaikan, sehari sebelum piodalan, pihaknya akan memberi edukasi dan kantong sampah organik serta nonorganik kepada para pedagang di seputar areal pura. Sampah-sampah tersebut setiap pagi selama piodalan akan dijemput. Sampah plastik, kaleng dan botol plastik akan diangkut ke gudang Griya Luhu untuk diolah lebih lanjut.
“Sampah plastik, kaleng dan botol plastik akan ditimbang dan dinilai harganya. Nanti uangnya akan diserahkan ke Desa Adat Manuaba,” ungkapnya. “Kami harapkan program ini bisa berlanjut di pura-pura yang ada di Manuaba,” tandasnya.
Ketua Baga Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Desa Adat Manuaba, Wayan Dumya, menambahkan, BUPDA telah merancang pembangunan teba modern untuk mengelola dan mengolah sampah organik.
Sampah organik akan dimasukkan ke lubang teba modern, yang kemudian oleh proses alamiah akan menjadi kompos. “Kompos ini akan dimanfaatkan untuk penyuburan taman telajakan dan pura di wilayah Desa Adat Manuaba,” jelasnya.
Lebih jauh diutarakan, pembangunan teba modern akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari fasilitas umum seperti pura, bale banjar, balai desa, sampai berlanjut ke setiap keluarga. Dalam kurun waktu tertentu, diharapkan setiap keluarga memiliki setidaknya satu teba modern.
Sedangkan untuk edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah dari sumber, akan dilakukan bersama-sama antara Desa Adat Manuaba, Pemerintah Desa Kenderan, komunitas dan instansi lain yang memiliki kepedulian. Kegiatan edukasi akan digawangi Yayasan Griya Luhu.
“Di titik tertentu, kami berharap masyarakat Desa Adat Manuaba menyadari sampah juga bisa bermanfaat bagi kehidupan. Bahkan dapat menghasilkan tambahan uang jika dikelola dengan baik dan benar,” ajaknya.
Jro Bendesa Desa Adat Manuaba, I Ketut Gambar, menekankan, Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 menekankan pentingnya pengelolaan sampah di sumbernya. Baik di rumah tangga maupun kawasan atau fasilitas lainnya. Desa adat memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah ini, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan pemerintah desa/kelurahan.
Kerja sama dengan desa dinas sudah berjalan dengan baik, tapi perlu didukung pihak ketiga. Jadi, ada integrasi berbagai pihak dalam kepedulian penanggulangan sampah. “Pihak ketiga yang digandeng adalah Yayasan Griya Luhu, yang sudah melakukan pengolahan sampah dengan baik,” lugasnya menandaskan. adi























