Kejari Buleleng Musnahkan Puluhan Gram Sabu-sabu

  • Whatsapp
PEMUSNAHAN sejumlah barang bukti yang putusannya sudah inkrah oleh Kejari Buleleng pada Selasa (29/12/2020). Foto: rik
PEMUSNAHAN sejumlah barang bukti yang putusannya sudah inkrah oleh Kejari Buleleng pada Selasa (29/12/2020). Foto: rik

BULELENG – Sejumlah barang bukti dari hasil tindak pidana yang putusannya sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah), pada Selasa (29/12/2020) siang dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Sebagian besar barang bukti dimusnahkan berupa narkotika jenis sabu-sabu mencapai puluhan gram.

Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Buleleng, Putu Eka Sabana Putra, mengatakan, sebanyak 28,68 gram sabu-sabu yang kali ini dimusnahkan dari total 19 perkara tindak pidana narkotika. Barang bukti yang dimusnahkan ini berasal dari 24 perkara yang memiliki kekuatan hukum tetap, sejak bulan Juni hingga Desember 2020.

Bacaan Lainnya

Dari total 24 perkara itu, 19 adalah kasus narkotika. Selain sebanyak 28,68 gram sabu-sabu, ada ganja dengan berat 214,33 gram yang juga ikut dimusnahkan. “Ada 16 perkara narkotika, sementara ganja ada 3 perkara. Untuk ganja, ditangani BNN dan putusannya 5 November kemarin,” kata Eka Sabana.

Sisanya yakni 5 perkara lainnya merupakan kasus pidana umum, dengan barang bukti yang dimusnahkan berupa pisau 2 buah, permata imitasi, 4 buah jimat, batu, serta tongkat kayu kepala naga.

“Puluhan puluhan gram sabu-sabu itu dimusnahkan dengan dilarutkan kedalam air dicampur detergen. Kalau ganja, serta barang bukti dari kasus pidana umum dimusnahkan dengan cara dibakar,” jelas Eka Sabana.

Baca juga :  Terkait Polemik Hare Krishna, PHDI-MDA Kota Denpasar Sepakati Empat Hal

Eka Sabana tidak menampik, sejak bulan Januari hingga akhir Desember ini kasus narkotika cukup tinggi di Buleleng mencapai 70 perkara yang sudah inkrah dengan total barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 106,57 gram, beberapa butir ekstasi, serta ganja kering seberat 214,33 gram. “Untuk total tindak pidana umum mencapai 41 perkara,” ujarnya.

Kasi Intel Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantra, menambahkan, meski beberapa perkara pidana telah dituntaskan selama tahun 2020, namun masih ada tunggakan kasus terutama kasus korupsi yang terpaksa harus diselesaikan tahun 2021 nanti.”Kasus korupsi tahun 2020 ada yang belum kami tuntaskan,” ucapnya.

Untuk kasus korupsi seperti BUMDes Pucaksari di Kecamatan Busungbiu saat ini baru tahap 1, sedang diteliti jaksa penuntut umum. Sementara kasus korupsi LPD Unggahan di Kecamatan Seririt masih diaudit untuk menghitung kerugian keuangan Negara. “Mudah-mudahan bisa tuntas di tahun 2021 nanti,” pungkas Agung Jayalantara. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.