KARANGASEM – Kondisi Kapal MV Mutiara Timur I yang terbakar, Rabu (16/11/2022) hingga Kamis (17/11/2022) sore, masih dalam proses pemadaman. Kapal Patroli Bakamla dengan nama lambung KN Pulau Marore 322, bersama tug boat pemadam dari Pertamina Manggis, dan kapal KPLP KN Chundamani nampak masih berjuang memadamkan api yang berkobar dari dalam kapal.
Sementara Polres Karangasem mengerahkan satu unit kapal patroli untuk melakukan pemantauan dan mengawasi agar tidak ada perahu jukung nelayan mendekat ke kapal. Selain api kebakaran kapal belum padam, juga masih terdengar beberapa kali ledakan dari dalam kapal. Kondisi ini akan sangat membahayakan nelayan jika mendekat ke kapal nahas tersebut.
“Jika dilihat dari posisinya saat ini, kapal MV Mutiara Timur I sudah terseret arus hingga 4 mil laut dari posisi sebelumnya saat penumpang kapal dievakuasi. Saat ini posisi bangkai kapal lebih mendekati Selat Lombok,” ujar Ipda I Made Dana, KBO Polairud Polres Karangasem.
Selain itu, jelasnya, posisi kapal tersebut miring ke kanan. Hal itu menurutnya juga sangat membahayakan jika ada nelayan yang mendekat, karena berbagai kemungkinan bisa terjadi jika ada gelombang tinggi.
Kepala KSOP Padangbai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, menambahkan, saat ini posisi kapal terseret arus hingga mendekati Selat Lombok. “Api masih berkobar dari dalam kapal, dan saat ini pemadaman juga masih sedang dilakukan sejumlah kapal, di antaranya kapal Patroli KPLP KN Chundamani dan kapal tug boat dari Pertamina,” terangnya.
Sebelumnya, pemadaman juga dilakukan beberapa kapal, salah satunya KN Pulau Monrore 322 milik Bakamla. “Saat ini fokus ke pemadaman dulu. Kami juga sudah menghubungi pihak perusahaan pemilik kapal untuk penanganan kapal,” sambungnya.
Jika api sudah padam, pihaknya berkoordinasi dengan tug boat untuk menarik kapal dan membawanya ke lokasi arus yang tidak deras dekat pantai. “Nanti diarahkan ke dekat pantai terdekat yang arusnya tidak deras, apakah ditarik ke Lombok atau dibawa ke dekat perairan pantai Karangasem seperti kejadian beberapa tahun lalu,” tutupnya. nad
























