Kasus Covid-19 Turun, Ternyata Masih Banyak Warga Melanggar Prokes

  • Whatsapp
TIM Gabungan saat melaksanakan Sidak Protokol Kesehatan menyasar wilayah Kelurahan Sumerta tepatnya Simpang Jalan Hayam Wuruk - Jalan Anyelir - Jalan Akasia, Denpasar, Kamis (4/11/2021). foto: ist

DENPASAR – Secara perlahan, kasus covid-19 di Kota Denpasar berangasur-angsur turun bahkan semakin melandai. Di sisi lain, masih banyak ditemukan warga masyarakat melanggar protokol kesehatan (prokes).

Terbukti, sebanyak 20 orang pelanggar prokes terjaring saat Tim Gabungan yang secara rutin menggelar sidak pendisiplinan protokol esehatan Covid-19 di masa PPKM Level II, dengan menyasar wilayah Kelurahan Sumerta tepatnya Simpang Jalan Hayam Wuruk – Jalan Anyelir – Jalan Akasia, Kamis (4/11/2021).

Bacaan Lainnya

Padahal disiplin prokes sangat penting, selain melindungi diri juga melindungi orang lain agar tak terjangkit virus mematikan itu.

Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi menjelaskan, sidak ini harus terus dimaksimalkan sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan harus terus dioptimalkan.

“Langkah ini murni untuk mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, sehingga upaya untuk mengantisipasi penularan Covid-19 dapat dioptimalkan,” ungkapnya.

Sayoga menjelaskan, dari 20 pelanggar tersebut, 10 orang diantaranya langsung didenda karena tidak memakai masker, sementara 10 penaggar lagi hanya diberi pembinaan sekaligus peringatan.

“Untuk keselamatan dan kesehatan kita semua agar bisa tetap produktif sehingga ekonomi segera, ayo mari kita meningkatkan disiplin mematuhi prokes,” ajaknya.

Baca juga :  Warga Sempidi-Kwanji Puji Konsistensi Gus Bota, Setia Perjuangkan Aspirasi Warga

Diakuinya, saat ini kasus mulai melandai, sehingga segala kelonggaran telah diterapkan, tapi bukan berarti covid-19 sudah usai. ”Karena itu, kewaspadaan dan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan tidak boleh kendor,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.