Kasus Covid-19 Meningkat, Denpasar Hentikan PTM, Fasilitas Publik Ditutup

WAWALI Arya Wibawa bersama Sekda Alit Wiradana, saat memimpin rakor penanganan Covid-19 di Ruang Praja Utama, Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (3/2/2022). Foto: rap
WAWALI Arya Wibawa bersama Sekda Alit Wiradana, saat memimpin rakor penanganan Covid-19 di Ruang Praja Utama, Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (3/2/2022). Foto: rap

DENPASAR – Pembelajaran dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA/SMK di Kota Denpasar yang semula telah menerapkan 100 persen pembelajaran tatap muka (PTM) dikembalikan dengan metode daring. Penghentian ini dilakukan mulai Jumat (4/2/2022). Hal tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 pada Kamis (3/2/2022) di Kantor Wali Kota Denpasar.

Rapat dipimpin oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, serta dihadiri jajaran Satgas Covid-19 Kota Denpasar dan OPD terkait. Dalam rapat tersebut terungkap, kasus Covid-19 di Kota Denpasar mengalami lonjakan signifikan sejak sepekan terakhir. Sejak 27 Januari hingga 2 Februari 2022 tercatat kasus positif Covid-19 telah mengalami peningkatan sebanyak 962 orang. Dari jumlah tersebut, 106 orang di antaranya berstatus siswa dan guru.

Read More

Wawali Arya Wibawa menyampaikan, klaster-klaster penularan Covid-19 yang ada muncul di Kota Denpasar, yang paling dominan adalah klaster keluarga. Disusul kemudian klaster PTM, datanya sekitar 10 persen dari kasus aktif kemarin. “Untuk itu, kami melakukan penghentian sementara pembelajaran tatap muka untuk siswa di Kota Denpasar sampai dengan waktu yang belum bisa kami tentukan. Kalau cepat kami bisa mengkondisikan kasus melandai, segera mungkin kita lakukan tatap muka kembali,” tegasnya.

Selain penghentian PTM di sekolah, dalam rapat Satgas Covid-19 Kota Denpasar juga diputuskan optimalisasi isolasi terpusat (isoter), di mana kasus konfirmasi positif baru diarahkan untuk isoter. Selain itu, fasilitas publik mulai dari Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Lapangan Lumintang, Taman Kota Lumintang, dan Taman Janggan Renon ditutup sampai kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar terkendali.

Arya Wibawa menambahkan, Pemkot Denpasar tetap mengoptimalisasi 6 langkah strategis untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 yang disepakati sebelumnya. Mulai dari peningkatan kapasitas 3T (Tracing, Testing, Treatment), menggencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi. Kemudian menyiapkan isolasi terpusat (isoter), optimalisasi rumah sakit rujukan mulai dati ketersediaan bed, oksigen dan obat obatan, hingga menggencarkan operasi yustisi penegakan prokes.

“Langkah-langkah strategis ini kami akan terus optimalkan. Harapan kami, masyarakat yang masih isoman bisa dirujuk ke isoter sehingga bisa memutus penularan Covid-19. Kepada masyarakat, kami harap maklum atas situasi ini demi kebaikan bersama,” kata Arya Wibawa.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, dalam laporannya membeberkan, untuk di Kota Denpasar terdapat 25 sekolah yang siswa maupun gurunya terkonfirmasi positif Covid-19. “Jumlah ini terdiri atas 9 SD, 12 SMP, dan 4 SMA/SMK,” kata Wiratama dalam rapat tersebut.

Data terkonfirmasi Covid-19 di jenjang SD di Kota Denpasar meliputi SD Muhammadiyah sebanyak 3 siswa, SD Santo Yoseph (1 siswa), SD Santo Yoseph 2 (1 siswa), SDN 8 Dauh Puri (1 siswa), SDN 10 Pemecutan (3 siswa), SDN 22 Dauh Puri (1 siswa), SDN 17 Dauh Puri (1 siswa), SDN 3 Ubung (1 siswa), SD Insan Prestasi School (siswa). Total siswa SD yang terkonfirmasi positif Corona sebanyak 14 orang.

Data terkonfirmasi Covid-19 di jenjang SMP meliputi SMPN 1 Denpasar (2 siswa dan 1 guru), SMPN 3 Denpasar (1 siswa), SMPN 5 Denpasar (3 siswa), SMPN 7 Denpasar (1 siswa), SMPN 12 Denpasar (1 siswa), SMP Santo Yoseph (9 siswa dan 1 guru), SMP Dwijendra (1 siswa), SMP Pelita Bangsa (1 siswa), SMP Permata Ibu (1 siswa), SMPN 2 Denpasar (1 siswa), SMPN 9 Denpasar (2 siswa dan 1 guru), serta SMP Dharma Praja (1 siswa). Jadi, total siswa SMP yang positif sebanyak 24 orang dan guru sebanyak 5 orang.

Kemudian untuk jenjang SMA/SMK, kasus Covid-19 tersebar di empat sekolah, yakni SMKN 5 Denpasar 4 siswa positif, SMAN 1 Denpasar 20 siswa positif, SMAN 8 Denpasar 2 siswa positif, serta SMAN 7 Denpasar 20 siswa positif dan 17 siswa OTG (Orang Tanpa Gejala). “Jadi, keseluruhan total siswa dan guru yang positif dari SD hingga SMA/SMK sebanyak 106 orang,” kata Gung Wiratama. rap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.