Kasus Covid-19 Makin Melandai, Malah Pelanggar Prokes di Denpasar Bertambah Banyak

  • Whatsapp
TIM Yustisi Denpasar melakukan penertiban di Jalan Pulau Bungin Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Senin (15/11/2021). foto: ist

DENPASAR – Kasus covid-19 di Denpasar memang semakin melandai, di sisi lain justru pelanggar protokol kesehatan (prokes) malah bertambah banyak. Terbukti, 54 pelanggar prokes terjaring saat Tim Yustisi melakukan penertiban di Jalan Pulau Bungin Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Senin (15/11/2021).

Jumlah pelanggar ini justru melonjak drastis dari hari-hari sebelumnya. Tentunya sangat disayangkan, kesadaran masyarakat masih kurang dalam upaya mendukung upaya pemerintah memutus rantai penularan covid-19.

Bacaan Lainnya

Saat dikonfirmasi, Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Anom Sayoga membenarkan jumlah pelanggar prokes yang terjaring, lebih banyak dibandingan hari-hari sebelumnya dalam sepekan ini.

”Dari 54 orang yang terjaring, 20 orang diantaranya langsung dikenakan denda karena tidak memakai masker, sedangkan sisanya 34 orang hanya diberi pembinaan karena salah memakai masker,” terang Sayoga.

Seperti penertiban sebelumnya, para pelanggar juga diberikan sanksi fisik berupa push up di tempat dan sanksi administrasi menandatangani tidak mengulang kesalahan lagi. “Jika melanggar maka akan diberikan tindakan yang lebih tegas lagi,” tegasnya.

Sayoga juga mengingatkan masyarakat bahwa covid-19 masih ada walau diakuinya penambahannya mulai menurun. Karena itu, ia mengharapkan masyarakat selalu mentaati prokes. “Jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan walaupun kasus sudah melandai, harus tetap waspada dan disiplin prokes,” harapnya.

Baca juga :  DLHK Denpasar Olah Sampah Organik Hasil Pemilahan Jadi Pupuk Kompos

Karena para pelanggar protokol kesehatan mulai meningkat, Sayoga berjanji akan lebih ketat melakukan penertiban. “Kami harus sabar untuk terus mengingatkan masyarakat, demi kebaikan dan keselamatan kita bersama,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.