Kariyasa Duga Isu Sampah Ada Motif Diskreditkan “Kandang Banteng”

Kariyasa Adnyana. Foto: ist
Kariyasa Adnyana. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Presiden Prabowo Subianto, saat Rakornas di Jakarta, menyentil jajaran pemerintahan di Bali terkait penanganan sampah yang dianggap lambat, dan membuat turunnya angka kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. ‎Terkait “peringatan” kepala pemerintahan pusat itu, anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Bali, Ketut Kariyasa Adnyana, menyatakan sampah di perairan di Bali merupakan sampah kiriman dari luar Bali. Itu terjadi ketika air pasang, yang mengakibatkan banyak sampah kiriman, baik kayu maupun plastik, menumpuk di pesisir pantai Bali.

“Begitu ada sampah kiriman, pihak pemerintah daerah, pelaku pariwisata dan juga UMKM yang ada di sekitar pantai sudah segera membersihkan sampah itu,” cetus Kariyasa, Selasa (3/2/2026).

Bacaan Lainnya

Legislator PDIP itu membeberkan, ‎Bali sangat mencintai NKRI, syukur-syukur tidak meminta sebagai daerah otonomi khusus. Harusnya pemerintah pusat turun langsung ke lapangan cek kebenarannya, jangan hanya mendengar dari masukan bawahan. Pula Bali yang menyumbang devisa tertinggi kepada negara, seharunya diberi perhatian lebih serius untuk kepentingan pariwisata.

“Bali penyumbang devisa tertinggi kepada negara, harusnya diberikan perhatian lebih dong untuk kemajuan pariwisata. Syukur tidak ada niat ke otonomi khusus, karena Bali cinta NKRI,” cetusnya.

Menurut Kariyasa, isu sampah ini ada kepentingan politik lain, yakni untuk menyerang Bali yang dikenal dengan basisnya PDIP. Apalagi PDIP juga diklaim selama getol membantu penanganan bencana di berbagai daerah. “Jangan sampai (peringatan Presiden Prabowo) ini ada agenda lain, terutama agenda politik untuk kepentingan tertentu,” sindirnya memungkasi. edy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses