Karantina Desa Bondalem Dibuka, Tidak Pakai Masker Ada Sanksinya

  • Whatsapp
RAPAT kordinasi antara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng membahas pencabutan status karantina wilayah Desa Bondalem, Buleleng. Foto: arik
RAPAT kordinasi antara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng membahas pencabutan status karantina wilayah Desa Bondalem, Buleleng. Foto: arik

BULELENG – Status karantina wilayah Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng, selama 14 hari, resmi dicabut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Minggu (17/5/2020). Kini seluruh warga Bondalem bisa bernapas lega, karena bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Namun, pencabutan status karantina Bondalem masih dalam skala terbatas.

Pencabutan status karantina diputuskan Bupati Buleleng selaku Ketua Gugus Tugas, Putu Agus Suradnyana, saat rapat koordinasi bersama anggota Gugus Tugas, Sabtu (16/5) di ruang rapat Bupati Buleleng. Sebelumnya, karantina dilakukan berdasarkan SK Bupati Buleleng No. 360/336/HK/2020 tentang Penetapan Desa Bondalem Sebagai Desa Yang Dikarantina bertanggal 3 Mei 2020 lalu

Bacaan Lainnya

Dalam rapat tersebut, pencabutan status karantina desa Bondalem ini menyusul adanya hasil pemeriksaan swab massal yang dilaksanakan di dua desa, masing-masing Desa Julah dan Desa Bondalem yang keluar pada Jumat (15/5/2020). Dari hasil pemeriksaan swab, 20 warga Desa Julah dan 56 warga Desa Bondalem yang dites secara acak dinyatakan negatif Covid-19.

Suradnyana mengatakan, ada beberapa dasar dan parameter yang dimiliki Gugus Tugas Buleleng memutuskan kebijakan pencabutan status karantina wilayah Bondalem. Namun, yang paling utama adalah hasil tes swab massal terhadap warga Desa Bondalem sebanyak dua kali. Pada tes swab pertama diperiksa 101 warga, dan hasilnya satu orang terkonfirmasi positif. Dalam tes swab kedua terhadap 56 warga Bondalem, semuanya dinyatakan negatif. Dengan demikian, terangnya, kasus transmisi lokal penyebaran virus Corona di desa tersebut tidak terjadi lagi.

Baca juga :  Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Tabanan Rabas Pohon Perindang Membahayakan

Selain itu, sambungnya, selama menjalani karantina masyarakat banyak yang merasa tertekan. Akibatnya, sektor perekonomian di Desa Bondalem tidak bergerak. “Dalam SK Bupati, karantina desa berlangsung 14 hari. Makanya kami putuskan status karantina wilayah desa dicabut, dan Bondalem kembali dibuka meski masih tetap terbatas,” ungkapnya.

Status dibuka namun terbatas, jelasnya, berarti pembatasan kegiatan masyarakat seperti kumpul-kumpul, tidak boleh keluar desa, dan wajib menggunakan masker. Minggu (17/5/2020) Gugus Tugas menggelar rapat dengan perangkat desa, yakni Desa Bondalem, Tejakula, Julah, dan Madenan.

Rapat ini dilakukan untuk memberi pemahaman agar warga Bondalem tidak mendapat diskriminasi saat akan melakukan interaksi sosial dan interaksi ekonomi. Selain itu juga dibagikan masker kepada warga desa. “Khusus di Desa Bondalem, Senin baru akan dibuka. Tetapi penjagaan masing-masing dusun masih dilakukan. Kalau pasar masih tetap ditutup, nanti para pedagang diurai di jalan dengan protap menjaga jarak,” ulasnya.

Perbekel Desa Bondalem, Ngurah Sadu Adnyana, menambahkan, keputusan mencabut status karantina wilayah ini segera disosialisasikan kepada masyarakat. Kendati demikian, dia mengingatkan masyarakat harus mengikuti protokol penanganan Covid-19 dengan tetap memakai masker saat berada di luar rumah. Jika masih ada masyarakat kedapatan tidak memakai masker saat di luar rumah, pihak desa sudah menyiapkan sanksi berupa hukuman push up atau scout jump. “Kalau pasar sementara kami tutup, pedagang berjualan kami urai nanti di jalan,” pungkasnya. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.