Karantina Denpasar Musnahkan 1,7 Ton Daging Celeng

  • Whatsapp
PEMUSNAHAN barang bukti daging celeng ilegal yang diselundupkan dari luar Bali. Foto: ist
PEMUSNAHAN barang bukti daging celeng ilegal yang diselundupkan dari luar Bali. Foto: ist

MANGUPURA – Balai Karantina Denpasar memusnahkan 1,7 ton daging celeng (babi hutan) ilegal, Rabu (10/3/2021). Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar. Hadir dalam pemusnahan itu, Kapolsek Gilimanuk, BKSDA, Balai TNBB, KUUP Gilimanuk, ASDP, DanPOM, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali, dan Dinas Pertanian Kabupaten Jembrana.

Kepala Karantina Pertanian Denpasar, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, I Putu Terunanegara, menerangkan, pemusnahan ini merupakan upaya mencegah masuk dan menyebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) di Bali, sesuai UU Nomor 21 tahun 2019. Ia berkata, upaya penjualan daging celeng secara ilegal masih saja dilakukan oknum yang mau mencari keuntungan semata tanpa menyadari risiko yang diakibatkan oleh tindakannya.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, ini tidak terlepas karena kebutuhan masyarakat Bali akan daging babi masih sangat tinggi, baik untuk kelengkapan upacara agama ataupun konsumsi. Untuk menghindari adanya peredaran daging yang tidak sesuai untuk dikonsumsi dari segi kesehatan, Karantina Pertanian Denpasar, khususnya wilayah kerja Gilimanuk selalu mawas terhadap segala pemasukan media pembawa ilegal.

Kata dia, sebab pelabuhan yang terletak di Bali bagian barat ini merupakan salah satu pelabuhan yang selalu padat arus lalu lintas kendaraan keluar masuk Bali. ‘’Hal itu menjadi potensi besar sebagai tempat pemasukan media pembawa ilegal,’’ lugasnya.

Baca juga :  Kabur dari Karantina, Satgas Langsung Jemput Paksa

Terunanegara menjelaskan, penyelundupan 1,7 ton daging celeng itu berhasil digagalkan petugas melalui pelabuhan penyeberangan Gilimanuk, pada Sabtu (6/3/2021). Saat itu, petugas mendapati sebuah mobil boks yang mengangkut daging celeng dalam jumlah besar. Setelah dilakukan pemeriksaan, daging celeng yang dikemas dalam 29 karung dengan berat total 1,7 ton itu ilegal.

‘’Daging celeng itu berasal dari Jombang. Sopir yang pembawa daging celeng itu tidak bisa menunjukkan kelengkapan sertifikat karantina dari daerah asal saat kita periksa,’’ ungkapnya.

Sopir pengangkut daging celeng itu dikenakan tindakan karantina penahanan. Terlebih yang bersangkutan tidak berniat membawa dagingnya ke daerah asal. ‘’Dengan tindakan penahanan dan pemusnahan tersebut pelaku kami harap mendapatkan efek jera dan tidak mengulangi lagi pemasukan daging babi atau celeng ilegal dari luar Bali,’’ pungkas Terunanegara. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.