Kapolres Bangli Ketatkan PPKM Mikro dan Disiplin Prokes

KAPOLRES Bangli, AKBP IGA Dana Aryawan. foto: ist

BANGLI – Kapolres Bangli, AKBP IGA Dana Aryawan, menekankan pengetatan penerapan PPKM Darurat di Bangli untuk menurunkan angka kasus Covid-19. Penegasan itu merupakan penjabaran dari arahan saat Rakor Penanganan Covid-19 melalui konferensi video yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan; bersama Mendagri, para gubernur di Jawa dan Bali, Kapolri, dan Panglima TNI.

Hal itu disampaikan dalam arahan saat apel Rabu (30/6/2021), yang dihadiri Wakapolres, para perwira dan anggota. “Saya tegaskan kepada seluruh anggota, terutama bhabinkamtibmas, agar meningkatkan kegiatan PPKM Mikro di tiap desa atau kelurahan. Jalin sinergi dan kerjasama dengan babinsa, lurah dan instansi terkait lainnya,” seru Kapolres.

Read More

Menyikapi kejenuhan yang muncul di masyarakat terkait protokol kesehatan (prokes), Kapolres mengingatkan agar anggotanya tidak bosan melakukan sosialisasi dan edukasi. “Protokol kesehatan sangat penting, ingatkan warga jika sudah mulai bosan. Berikan contoh dan teladan yang baik, serta giatkan kembali tindakan pencegahan dengan menjalin sinergi antarlintas sektoral di wilayah,” pesannya.

Lebih lanjut disampaikan, ada dua hal yang harus ditegaskan yaitu PPKM Mikro dan disiplin prokes 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Jika berhasil dijalankan, dia optimis Covid-19 akan bisa dikendalikan.

Saat ini, sambungnya, kepolisian juga terus berupaya menggencarkan gerakan vaksinasi melalui Gerai Vaksinasi Presisi Polres Bangli, yang dimulai pada Sabtu (26/6) lalu, dan masih berlanjut dengan target minimal 500 orang per hari. “Dari kemarin-kemarin sudah mulai, tapi sekarang target kita ditingkatkan dari sebelumnya 200 menjadi 500 orang. Kita punya satu tim vaksinasi dengan 14 personel yang terdiri dari enam nakes dan delapan operator,” ungkapnya.

Dengan terus gencarnya vaksinasi ini, Kapolres berharap masyarakat memanfaatkan dan berbondong-bondong ke tempat vaksin. Sebab, vaksinasi akan menjadi salah satu syarat administrasi di pemerintahan dan kepolisian. Di beberapa daerah sudah diterapkan, seperti di Tabanan.

“Mungkin Bangli akan menerapkan, bergantung persentase masyarakat yang sudah tervaksin. Jadi, manfaatkan kesempatan itu, nanti kalau terlambat vaksinnya habis akan kebingungan sendiri,” pesannya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.