Kabar Baik, Pasien Covid-19 Sembuh di Bali Melonjak 131 Orang, Positif 119, Meninggal Bertambah 5

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali diwarnai kejar-kejaran angka tambahan terkonfirmasi positif dengan pasien sembuh dalam satu pekan ini. Sementara pasien yang meninggal dunia, hampir setiap hari juga masih terjadi.

Berdasarkan data harian yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Kamis (24/9/2020), ada lonjakan pasien sembuh sebanyak 131 orang, sementara tambahan kasus positif baru sebanyak 119 orang atau lebih sedikit 12 orang dari pasien sembuh. Kabar dukanya di hari yang sama, lima (5) pasien dinyatakan meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

”Ya, kabar duka lagi hari ini. Ada tambahan 5 pasien meninggal dunia, sehingga totalnya menjadi 141 orang (2,92%) dengan rincian 239 WNA dan 2 WNI. Sebagian besar pasien meninggal ini disertai penyakit penyerta (kormobid),” kata Sekretaris GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Kamis (24/9/2020).

Meski angka kematian ada penurunan 2 orang dibandingkan sehari sebelumnya (7 orang), tidak serta membawa Bali keluar dari 10 besar provinsi kasus meninggal harian secara nasional. Bali tepatnya berada di urutan keenam, dibawah Jawa Timur 27 orang, Jawa Tengah (25), DKI Jakarta (20), Jawa Barat (12), Riau (9), Bali dan Kalimanta Timur masing-masing 5 orang.

Baca juga :  IKN Boy Jayawibawa : Jangan Bebani Siswa

Dibawah Bali, ada tiga provinsi yakni Sumatera Utara, NTB dan Sulawesi Selatan untuk melengkapi 10 besar dengan masing-masing 3 orang meninggal. GTPP mencatat kasus harian meninggal dunia berjumlah 128 yang dilaporkan 20 provinsi. Sementara 14 provinsi nihil tambahan kasus baru.

Kabar baiknya, pasien sembuh di Bali pada hari yang sama, ada lonjakan signifikan sebanyak 131 orang transmisi lokal (130 WNI dan 1 WNA), meningkat 45 orang dari sehari sebelumnya Rabu (23/9/2020) yang berjumlah 86 orang.

Seluruh kabupaten/kota di Bali melaporkan pasien sembuh, dimana Kota Denpaar terbanyak 42 orang, disusul Karangasem dan Badung masing-masing 24 orang, Gianyar 16 orang, Tabanan 11 orang, Bangli 6 orang, Klungkung 3 orang, Jembrana dan Buleleng masing-masing 2 orang. Jadi, total pasien covid-19 yang telah sembuh di Bali berjumlah 6.754 orang (81,92%) dengan rincian 6.731 WNI dan 23 WNA.

Secara nasional, pasien sembuh harian sebanyak 3.895 orang, dimana Bali di urutan ketujuh di bawah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Sementara kasus terkonfirmasi positif di Bali di hari yang sama berjumlah 119 orang melalui transmisi lokal, ada penurunan 12 orang jika dibandingkan sehari sebelumnya Rabu (23/9/2020) yang tercatat 130 orang. Penurunan ini cukup untuk membawa Bali keluar dari daftar 10 besar, tepatnya berada di urutan kesebelas.

Baca juga :  Sudah Tak Tahan, Seorang Ibu Melahirkan di Mobil Patroli Polisi, Begini Ceritanya

Hampir semua kabupaten/kota di Bali melaporkan tambahan kasus positif baru, kecuali Kabupaten Bangli. Bahkan, Bangli saat ini menjadi satu-satunya kabupaten memiliki pasien yang masih dalam perawatan, yakni sebanyak 36 orang.

Kali ini, Kabupaten Gianyar menjadi penyumbang terbanyak kasus positif harian sebanyak 27 orang, disusul Denpasar 21 orang, Tabanan 20 orang, Klungkung 16 orang, Badung 15 orang, Karangasem 12 orang dan Buleleng 8 orang.

”Dengan demikian, secara kumulatif, kasus covid-19 di Bali kini berjumlah 8.245 orang (8.218 WNI dan 27 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini tercatat sebanyak 7. 852 kasus,” ujar Rentin yang juga Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali itu.

Berdasarkan data tersebut di atas, kini pasien (kasus aktif) yang masih menjalani perawatan di Bali menurun 17 orang, kini menjadi 1.250 orang (15,16 persen) dengan rincian 1.248 WNI dan 2 WNA. Mereka dirawat tersebar di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Meski hari ini pasien sembuh melonjak, Made Rentin tidak pernah berhenti mengingatkan masyarakat Bali agar lebih disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan.

”Dalam upaya pengendalian dan pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat,” tegasnya.

Baca juga :  Demo Tanpa Masker Cederai Upaya Pemulihan Pariwisata, Parlemen Minta Aparat Sikapi Serius

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan di Bali sesuai Pergub 46 yakni Rp100.000 bagi perorangan, dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

”Untuk itu, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajak Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.