JKSN NTB Usulkan Kyai Asep Jadi Wamendikbud

SILATURRAHMI JKSN NTB dengan Pengurus Pusat JKSN di Ponpes Nurul Madinah, Kuripan Lombok Barat yang dihadiri Ketua JKSN Pusat, Prof. Asep Saifuddin Chalim, Rabu (17/3/2021). Foto: rul
SILATURRAHMI JKSN NTB dengan Pengurus Pusat JKSN di Ponpes Nurul Madinah, Kuripan Lombok Barat yang dihadiri Ketua JKSN Pusat, Prof. Asep Saifuddin Chalim, Rabu (17/3/2021). Foto: rul

MATARAM – Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Provinsi NTB segera melayangkan surat kepada Presiden Jokowi agar Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim ditunjuk menjadi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud). Mereka beralasan pendidikan nasional membutuhkan figur yang bisa mengimbangi Mendikbud dalam hal pembangunan karakter bangsa.

“Mendikbud ini saya melihat sangat mengedepankan sains dan teknologi. Karena itu kami ingin segera bersurat kepada Presiden supaya beliau (Asep Saifuddin Chalim) jadi Wakil Mendikbud. Kyai harus mau, kami yang minta, karena ingin memperkuat pendidikan karakter, tidak melulu soal sains dan teknologi,” kata Ketua JKSN Provinsi NTB, TGH Hazmi Hamzar, Rabu (17/3/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, saat kegiatan silaturahmi JKSN NTB dengan Pengurus Pusat JKSN di Ponpes Nurul Madinah, Kuripan Lombok Barat (Lobar) pada Sabtu (13/3/2021) malam lalu, aspirasi pengusulan Asep sebagai Wemendikbud telah disampaikan Sekretaris JKSN NTB, TGH M Subki Sasaki, kepada segenap pengurus JKSN Kota Mataram, Lobar serta tokoh-tokoh NU di NTB. Hazmi mengatakan, pendidikan nasional harus memiliki karakter yang kuat. Pendidikan agama agar tetap memiliki proporsi yang seimbang dengan sains dan teknologi. 

Anggota DPRD NTB itu meniIai, sosok Asep dirasa merupakan orang yang tepat mendampingi Mendikbud Nadiem Makarim. Alasannya, konsentrasi Asep dalam membangun pendidikan yang berkarakter dinilai sangat baik selama ini. Tidak hanya JKSN NTB, JKSN seluruh Indonesia juga diklaim mengusulkan Asep menjadi Mendikbud atau Wakil Mendikbud. “Ini untuk memberi warna karakter pendidikan yang sesuai dengan khas kenusantaraan baik agama, budaya dan adat istiadat,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat tersebut.

Asep Saifuddin Chalim selaku pendiri JKSN, dalam ceramah kebangsaannya mengatakan, dia senang bisa tetap merancang satu program yang bisa bermanfaat bagi kebaikan umat. Menurut Asep, saat ini yang terus menjadi konsentrasinya adalah bagaimana memperkuat upaya merebut dominasi idealisme. Dengan begitu, cita-cita untuk menciptakan “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur” bisa terwujud. “Bagaimana menciptakan Indonesia yang adil dan makmur,” tegasnya.

Syarat untuk merebut dominasi idealisme itu, sambungnya, adalah dengan bersatu dan menguatkan barisan, tidak hanya di tingkat pusat, juga sampai ke daerah-daerah. Dia pun bersyukur di tingkat nasional NU dan JKSN mampu mengantarkan Ma’ruf Amin menjadi Wapres mendampingi Presiden Jokowi.

Terkait dengan pendidikan, Asep sudah lama menginginkan agar kampus Al-Azhar “dipindahkan” ke Indonesia. Dia ingin mendirikan kampus internasional di atas perbukitan atau satu kompleks dengan ponpes dan lembaga pendidikan yang dikelolanya selama ini. “Saya tidak berkhayal, tapi sedang saya berupaya membangun kampus sepanjang dua kilometer berada di atas perbukitan,” ucapnya tanpa merinci lokasinya.

Soal JKSN NTB yang menginginkannya menjadi Wakil Mendikbud, Asep berusaha merendah dengan menyebut dia memiliki referensi figur-figur yang cocok untuk mengisi posisi itu. “Nanti saya musyawarahkan dengan Tuan Guru Hazmi,” tandasnya tanpa menjawab apakah sesungguhnya dia bersedia atau tidak.

Di Pilpres kemarin, JKSN merupakan organisasi relawan yang mendukung penuh pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin. JKSN terus bergerak memenangkan pasangan ini di semua daerah, termasuk di NTB. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses