BANGLI – Menjelang menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, petani bawang di kaldera Gunung Batur, Kintamani, Bangli jadi semringah. Harga bawang di pasaran mengalami kenaikan cukup signifikan, itulah penyebabnya.
Jero Nick, salah seorang petani bawang asal Desa Kedisan, Kintamani, Minggu (29/5/2022) membenarkan harga bawang belakangan mengalami peningkatan cukup menggembirakan. “Harga cukup bagus, mungkin menjelang Hari Raya Galungan,” sebutnya.
Untuk tingkat petani, jelasnya, harga bawang super mencapai Rp25 ribu per kilo, sedangkan untuk kelas II harganya berkisar Rp 22 ribu, untuk kelas III hanya Rp20 ribu. “Kami habis panen, sementara produksi saat ini tergolong cukup bagus,” bebernya.
Untuk lahan sekitar 25 are, terangnya, bisa menghasilkan sekitar 1 ton bawang merah. Musim tanam tahun ini sangat didukung cuaca, yang menghasilkan bawang kualitas sangat bagus. Biasanya saat musim hujan ukuran bawang lebih besar ketimbang musim kemarau.
Dari waktu panen, saat musim hujan bisa lebih singkat yakni 55 hari, sedangkan saat musim kering sampai 70 hari. “Saat ini kami masih melakukan persiapan lahan, setelah Sasih Kasa nanti baru kami lakukan penanaman,” tuturnya.
Sebelum bawang dilempar ke pasaran, dia mengaku terlebih dahulu menyimpan dan menjemur. Tujuannya agar kadar air bawang menurun, sehingga bawang tidak cepat rusak. “Pengawetan ini kami lakukan dengan penjemuran, dan penyemaian tanpa menggunakan zat kimia,” pungkasnya. gia























