Jaya Negara Buka Kontes Tedung Koki Bali, Beri Manfaat Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kerakyatan

  • Whatsapp
WALI Kota Denpasar, IGN. Jaya Negara (keempat dari kiri) berbincang disela-sela acara kontes Ikan Mas Koki Bali di Madya Mandala Pura Maospahit, Gerenceng, Minggu (24/10/2021). foto: ist

DENPASAR – Tedung Koki Bali sebagai salah satu komunitas Ikan Mas Koki Bali di Kota Denpasar, Minggu (24/10/2021) menggelar Kontes Ikan Mas Koki Bali di Madya Mandala Pura Maospahit, Gerenceng, yang dibuka Wali Kota Denpasar IGN. Jaya Negara. Acara itu juga dihadiri Pembina Tedung Koki Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, Jero Mangku Gede Pura Maospahit, serta tokoh masyarakat Desa Pemecutan Kaja.

Wali Kota Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan Kontes Ikan Mas Koki Bali yang digelar Tedung Koki Bali sebagai salah satu komunitas pembudidaya Ikan Mas Koki Bali di Kota Denpasar. Kegiatan ini, menurutnya dapat memberikan manfaat pelestarian budaya dan ekonomi kreatif.

Bacaan Lainnya

Hal ini tidak terlepas dari histori keberadaan Ikan Mas Koki Bali dan cerita Istana Balingkang. Dimana Ikan Mas Koki sebagai hadiah dari raja Cina kepada Raja Bali saat itu yang hingga kini dikenal dengan nama Ikan Mas Koki Bali.

“Terdapat tiga manfaat dalam pelaksanaan kontes Ikan Mas Koki Bali yang dapat dirasakan tidak hanya pada pembudidayaan, penyaluran hobi dan ekonomi kerakyatan, disamping itu terdapat cerita dari keberadaan Ikan Mas Koki Bali ini dapat terus disosialisasikan sebagai warisan budaya di Bali, khususnya di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Baca juga :  Desa Tista Diguyur Hujan Es Satu Jam, Ini Penjelasan BBMKG Wilayah III Denpasar

Disampaikan pula pelaksanaan kontes yang berlangsung secara online dan ofline dalam situasi pandami saat ini dengan tetep disiplin menerapkan prokes. Saat ini pandemi Covid-19 di Kota Denpasar pada tanggal 19 Oktober 2021 telah masuk pada level II dengan langkah disiplin prokes bersama dapat memululihkan kegiatan masyarakat dan pemulihan ekonomi dengan tetap disiplin prokes.

“Terima kasih kepada komunitas Koki Bali yang telah melangsungkan kegiatan pembudidayaan hingga kontes yang kedepannya dapat dilakukan kerjasama dengan Pemkot Denpasar, serta terima kasih kepada Jero Mangku Gede Pura Maospahit dan tokoh masyarakat yang telah memberikan ruang kepada para komunitas dan pecinta Ikan Mas Koki Bali,” ujarnya.

Pembina Tedung Koki Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana menyampaikan keberadaan Ikan Mas Koki Bali yang memiliki perjalan sejarah dan sekaligus saat ini pada masa pandemic telah menjadi hobi masyarakat Denpasar. Sehingga pembudidayaan dan hobi mampu memberi nilai lebih pada ekonomi kerakyatan.

“Antusiasme masyarakat terhadap Mas Koki Bali sangat tinggi terbukti dari keikutan peserta dari pecinta tidak saja datang dari Kota Denpasar, namun juga dari luar Kota Denpasar seperti Tabanan, dan Gianyar,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Kontes Tedung Koki Bali, Edi Widnyana dalam laporannya menyampaikan seiiring perjalanan sejarah dan perkembangan pembudayaan Ikan Mas Koki Bali yang memiliki warna bervariatif dengan keindahan dan ukuran ekor Ikan Mas Koki Bali yang bisa melebihi ukuran badannya. Hal ini yang menjadi daya tarik masyarakat pecinta Ikan Mas Koki Bali untuk memelihara maupun melakukan budidaya.

Baca juga :  Sempat Anjlok, Harga Arak Karangasem Mulai Menanjak

Pelaksanaan lomba berlangsung selama dua hari dari penilaian secara online dan ofline hingga penentuan pemenang Juara I, II dan III. Antusiasme peserta sangat tinggi dan pihak panitia melaksanakan pembatasan peserta, karena masih situasi pandemi saat ini. “Saat ini banyak terbentuk komunitas budidaya Ikan Mas Koki Bali di Denpasar, kondisi ini sangat mendukung eksistensi Ikan Mas Koki Bali,” Ujarnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.