Januari 2021, Imigrasi Singaraja hanya Terbitkan 215 Pemohon Paspor

  • Whatsapp
PELAYANAN di Kantor Imigrasi Singaraja yang tampak sepi di tengah pandemi. foto: rik

BULELENG – Di tengah situasi pandemi Covid-19 pada awal tahun 2021, permohonan untuk penerbitan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Bali masih sangat minim. Selama bulan Januari, tercatat hanya 215 orang yang mengajukan permohonan penerbitan paspor.

Kepala Kantor Imigrasi Singaraja, Nanang Mustofa, tak menampik jika permohonan penerbitan paspor menurun drastis. Dibandingkan bulan-bulan sebelum pandemi terjadi, setiap bulan Kantor Imigrasi Singaraja melayani sekitar 600 sampai 700 pemohon.Kondisi ini diakuinya, tidak lepas dari situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Bacaan Lainnya

“Ada faktor yang mempengaruhi, penerbangan internasional yang masih ditutup, khawatir tertular virus, dan ada negara melarang warga Indonesia datang atau berkunjung ke negaranya ditengah situasi pandemi,” kata Nanang Mustofa, Senin (1/2/2021).

Meski ditengah situasi pandemi, tidak menyurutkan petugas Imigrasi untuk tetap menjalankan tugasnya termasuk melakukan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) yang kini berada di wilayah kerja Imigrasi Singaraja (Buleleng, Jembrana, Karangasem).

“Pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing di wilayah kerja kami terus kami lakukan secara rutin. Jika ada warga negara asing yang terbukti lakukan pelanggaran Keimigrasian, pasti kami tindaklanjuti dengan deportasi,” ujar Nanang Mustofa.

Baca juga :  Jokowi Putuskan Tiadakan UN 2020

Dari data yang diperoleh di Kantor Imigrasi Singaraja terkait dengan pemegang izin tinggal kunjungan per 31 Desember 2020, untuk di wilayah Buleleng ada sebanyak 840, di Karangasem sebanyak 192, dan di Jembrana ada 18 orang.

Untuk data pemegang izin tinggal tetap per 31 Desember 2020 di wilayah Buleleng sebanyak 107, di Karangasem sebanyak 33, dan di Jembrana ada 17 orang. “Permohonan untuk perpanjangan izin tinggal ada di bulan Januari 2021 ini,” pungkas Nanang Mustofa. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.