Jangan Hanya Jadi Objek Politik, Mahasiswa dan Kalangan Muda Didorong Peran Aktif Awasi Pemilu

SOSIALISASI pengawasan partisipatif kepada generasi muda di Gianyar. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Masih dalam spirit Hari Pahlawan yang diperingati pada 10 November lalu, Bawaslu Bali mendorong para mahasiswa dan anak muda mengisi kemerdekaan dengan berjuang dan berperan aktif dalam Pemilu 2024. Salah satu bentuknya dengan turut mengawasi tahapan Pemilu.

Pesan itu diutarakan Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, pada sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif di Gianyar dengan menyasar kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan, Sabtu (11/11/2023) di Guwang, Gianyar.

Read More

Dalam pembukaannya, Suguna berujar saat ini kalangan muda dan mahasiswa harus dapat mengisi kemerdekaan dengan berjuang dan berperan aktif dalam pemilu. Sosialisasi yang diselenggarakan Bawaslu Gianyar ini, sambungnya, berkaitan dengan salah satu fungsi Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.

“Selain pencegahan, pengawasan dan penindakan, Bawaslu juga berperan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Saya harap adik-adik yang hadir dapat berkontribusi dan berperan aktif dalam proses Pemilu nanti,” pinta mantan Ketua KPU Gianyar tersebut.

Ketua Bawaslu Gianyar, I Wayan Hartawan, menyampaikan harapan senada kepada generasi milenial supaya dapat berpartisipasi dalam pemilu. Terutama dapat menjadi turut pengawasan partisipatif sebagai perpanjangan tangan Bawaslu.

Pegiat pemilu yang anggota Bawaslu Bali periode 2013 -2023, I Wayan Widyardana Putra, sebagai narasumber menambahkan, pemilu merupakan sebuah pertarungan legal untuk memperebutkan sesuatu, yaitu jabatan. Di titik itu fungsi Bawaslu sebagai pengawas dan mengontrol jalannya pertarungan tersebut.

Widy, sapaan karibnya, juga mengajak anak muda untuk menumbuhkan rasa memiliki dalam hal pemilu. Dia menguraikan, sejatinya pemilu merupakan milik semua kalangan masyarakat, dan ditekankan agar anak muda dan mahasiswa saat ini dapat menjaga spirit dan jiwa kritisnya.

Sebab, hasil dari pemilu adalah mengimplementasikan Pancasila, terutama sila ke-5. “Anak muda memiliki peran terkait itu, anak muda yang harus dijaga adalah spiritnya, semangatnya dan kritisnya dalam hal pemilu,” tegasnya.

Lebih jauh diuraikan, pemilu adalah milik kita semua sebagai warga Indonesia. Jangan sampai anak-anak muda dan mahasiswa sekarang hanya dijadikan objek dalam pemilu. “Jadilah subjek dalam pemilu, terlebih dapat menjadi pengawas partisipatif bersama Bawaslu untuk menjaga apa yang menjadi milik kita,” lugasnya.

Usai sosialisasi, Bawaslu Gianyar juga melakukan Patroli Kawal Hak Pilih dengan melakukan pengecekan di website Cek DPT Online. Tujuannya untuk memastikan para peserta sosialisasi yang memenuhi syarat sudah terdaftar dalam DPT, dan dapat menggunakan hak pilihnya pada tanggal 14 Februari 2024. adi/hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.