Jangan Ada “One Man Show” di Bali, Akademisi-Milenial Perkuat Lomotif Nasdem

  • Whatsapp
AA Ngurah Gede Widiada (empat kiri) foto bersama delapan anggota baru Partai Nasdem untuk di Dewan Pertimbangan dan Dewan Pakar DPW Partai Nasdem Bali di Puri Peguyangan, Sabtu (11/12/2021). Foto: hen
AA Ngurah Gede Widiada (empat kiri) foto bersama delapan anggota baru Partai Nasdem untuk di Dewan Pertimbangan dan Dewan Pakar DPW Partai Nasdem Bali di Puri Peguyangan, Sabtu (11/12/2021). Foto: hen

DENPASAR – Partai Nasdem Bali menegaskan tekad untuk menjadi teman hangat bagi semua partai di Bali, karena membangun Bali butuh semua partai untuk berkontribusi dan berpartisipasi. Sikap itu perlu dinilai perlu dipahami semua pihak, terutama partai pemenang. Semuanya bermuara kepada jangan ada situasi one man show dalam politik. Hal itu dilontarkan Ketua Bappilu Partai Nasdem Bali, AA Ngurah Gede Widiada, saat menerima delapan anggota baru dari kalangan akademisi, generasi muda, sampai mantan kader partai lain di Puri Peguyangan, Sabtu (11/12/2021).

Menurut Widiada, Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai Nasdem menginstruksi partai menatap 2022 dengan lebih bijak, dan menjadi teman hangat semua partai. Implementasi di daerah, dengan bersatu membangun bali. Bali disebut butuh semua mendapat porsi untuk diajak berpartisipasi.

Bacaan Lainnya

“Jangan ada one man show di politik, kita lihat kekuatan digital bagaimana orang mulai bicara dengan seenaknya memanggil pejabat. Partai Nasdem harus jadi keteladanan di masyarakat,” seru anggota DPRD Kota Denpasar itu.

Menyambut 2022, dia berujar Nasdem ingin memberi warna tersendiri untuk membawa perubahan sesuai slogan partai. Target “minimalis” itu disampaikan, karena dia sadar Nasdem termasuk medioker di Bali, dan belum punya wakil di DPR RI. Sementara di DPRD Provinsi dan kabupaten/kota juga masih compang-camping. Hanya, dia optimis jika kekuatan 26 kursi di kabupaten/kota dan dua kursi di DPRD provinsi itu digabung, dapat melahirkan satu kursi DPR RI.

Baca juga :  Dampak Covid-19, PBSI Ajukan Pembatalan Indonesia Masters 2020

“Khusus di Denpasar, target dari sekarang tiga kursi bisa jadi empat kursi atau bisa satu fraksi. Strategi untuk itu akan dibedah di Rakorwil nanti,” urai politisi yang nyaris 30 tahun menjadi anggota DPRD Denpasar dengan kendaraan Golkar dan Nasdem itu.

Disinggung adanya sejumlah pihak yang bergabung ke Nasdem dengan langsung mendapat kartu tanda anggota (KTA), Widiada menyebut targetnya bukan kursi, melainkan pesan bahwa ada pihak yang berani masuk Nasdem. “Minimal memberi warna politik. Politik tidak seimbang itu tidak bagus,” sahutnya kalem bernada menyindir.

Salah seorang rekrutmen baru Nasdem, Dr. Putu Sukardja, mendaku memilih bergabung ke Nasdem karena alasan historis. Seniornya di kampus Universitas Udayana, Prof. I Gusti Ngurah Bagus, merupakan paman dari Widiada. Selain itu, karena keluarga besarnya ada yang di Golkar dan PDIP, supaya tidak terkesan pilih kasih maka dia memilih Nasdem. “Sekarang ke politik karena sudah pensiun. Saya tidak lihat partai, tapi personal dan rekam jejak beliau di partai dan di masyarakat, maka pilih Nasdem,” ucapnya sembari menunjuk ke Widiada.

“Saya tidak mau jadi caleg, hanya mencari jejaring saja untuk membesarkan partai,” timpal Ni Nyoman Surya Dewi, dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Bali.

Menurut Nyoman Agung Sariawan, berpolitik itu hobi dan cari sahabat. Dia memilih Nasdem karena melihat sosok Surya Paloh, yang dinilai menjual gagasan. “Kalau saya belajar politik dari Turah Widiada,” kata mantan caleg Demokrat Dapil Buleleng yang teruji perolehan suaranya lumayan tinggi pada dua kali Pileg, tapi belum belum terbukti lolos ke DPRD Bali itu.

Baca juga :  Hadapi Covid-19, Tiga Bulan Gaji Alit Sutarya sebagai Dewan untuk Aksi Sosial

Dalam pandangan Gde Putra Wijaya, alasan memilih Nasdem karena sebagai generasi muda dia ingin ada desentralisasi kekuatan. Dengan begitu kekuasaan tidak terpusat di satu tangan, sehingga tidak ada juga peluang menyalahgunakan kekuasaan. Selain itu, kompetisi internal dirasa tidak terlalu berat.

Kenapa tidak memilih PSI misalnya yang lebih cocok untuk diidentikkan dengan partai anak muda? Sempat terdiam sejenak, dia berkata faktor Widiada tetap menjadi penentu akhir pilihannya.

Widiada menambahkan, para rekrutmen anyar itu akan didudukkan di Dewan Pertimbangan dan Dewan Pakar DPW Partai Nasdem. Hanya, tidak menutup kemungkinan mereka bisa juga ditempatkan di struktur partai jika ada perubahan pengurus. ”Ini bagian dari konsolidasi organisasi sampai 2024. Beliau-beliau ini adalah tokoh masyarakat Bali yang memiliki integritas cukup panjang di Denpasar dan Bali,” pungkasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.