POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Semangat kebersamaan dan semangat kepramukaan yang menggelora harus terus terjaga, untuk mewujudkan pramuka yang berjiwa Pancasila. Rasa cinta dan bangga sebagai gerakan pramuka harus ditingkatkan, karena berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi bangsa dan negara.
Penegasan itu disampaikan Ketua Gerakan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Denpasar Utara, Dra. Tatik Dwi Wahyuni, M.Pd., saat membuka Jambore Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Denpasar Utara Tahun 2024 atau Jamran Denpasar Utara Tahun 2024 di Lapangan Desa Adat Pohgading, Denpasar Utara, Jumat (6/9/2024). Pembukaan Jamran Denpasar Utara ditandai dengan penyematan tanda peserta Jamran dan penancapan kayonan.

Lebih lanjut dikatakan Tatik Dwi Wahyuni, para anggota pramuka penggalang yang mengikuti Jamran kali ini hendaknya menjadikan Jamran ini sebagai sarana belajar, berkarya, dan membangun semangat persatuan sebagai sesama anak bangsa. Serap pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan seluas-luasnya.
Usai Jamran, ia meminta para peserta Jamran menyebarkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman mengikuti Jamran kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing. Menurutnya, gerakan pramuka memiliki banyak kegiatan yang bermanfaat, apalagi saat ini kegiatan kepramukaan telah disesuaikan dengan kemajuan zaman.
Karena melalui gerakan pramuka, dapat menimba ilmu dan keterampilan lebih banyak, disamping yang diperoleh di sekolah. Diingatkan pula, tanamkan kebanggaan sebagai anak Indonesia, serta jadilah remaja yang aktif, kreatif, dan energik. Jauhi kegiatan yang tidak bermanfaat dan merusak masa depan.
Ketua Panitia Jamran Denpasar Utara Tahun 2024, I Made I Made Astawa, S.Pd., M.Pd., menambahkan, Jamran berlangsung selama tiga hari mulai 6 s.d 8 september 2024 mengangkat tema “Pramuka Denpasar Utara Generasi Emas Pancasila” dengan moto kegiatan “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”.
Jamran diikuti 272 peserta terdiri dari pramuka penggalang putra sebanyak 136 orang dan penggalang putri 136 orang yang masing-masing terbagi menjadi 17 regu. Setiap regu didampingi seorang pembina pramuka penggalang yang berasal dari Gugus Depan.
Perkemahan Jamran tahun ini juga memakai nama tersendiri. Perkemahan induk diberi nama “Ayodya Pura”. Berikutnya, perkemahan putri diberi nama “Dewa Rama” dan perkemahan putri diberi nama “Dewi Sita”. tra























