Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi PH Jerinx

  • Whatsapp
TERDAKWA I Gede Ary Astina alias Jerinx. Foto: net
TERDAKWA I Gede Ary Astina alias Jerinx. foto: net

DENPASAR – Sidang perkara ujaran kebencian dan pencemaran nama baik dengan terdakwa, drummer grup band, Superman Is Dead (SID), I Gede Ary Astina alias Jerinx kembali dilanjutkan, Kamis (1/10/2020) kemarin. Sidang yang berlangsung secara daring atau virtual ini agendanya adalah tanggapan dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi tim penasihat hukum (PH) terdakwa yang disampaikan dalam sidang, Selasa (29/9/2020).

Menanggapi nota keberatan dari tim penasihat hukum terdakwa yang dimotori, I Wayan “Gendo” Suardana, tim JPU menyatakan, eksepsi yang disampaikan dalam sidang sebelumnya sudah masuk materi atau pokok perkara. Jaksa meminta majelis hakim yang diketuai, Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi menolak eksepsi dari tim penasihat hukum dari terdakwa berusia 43 tahun tersebut.

Bacaan Lainnya

Jaksa juga menilai bahwa tim penasihat hukum terdakwa dalam eksepsinya telah mengakui dan membenarkan apa yang didakwakan kepada terdakwa. Yaitu dengan mengakui bahwa, Jerinx benar menggunggah postingan di Instagram pada 13 Juni 2020 dan berlanjut pada 15 Juni 2020. Postingan itu yang kemudian dianggap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mencemarkan nama baik dan menjadi ujaran kebencian.

Baca juga :  Majukan UMKM, Putri Koster Gugah Pengusaha Berperan Aktif

JPU juga menolak tudingan penasihat hukum yang menyebut dakwaan tidak memenuhi kualifikasi syarat pembuatan dakwaan dan JPU tidak memahami dakwaan alternatif. “Alasan keberatan terdakwa tersebut telah melampaui batas ruang lingkup eksepsi atau keberatan sebagaimana diatur dalam Pasal 156 ayat (1) KUHAP,” tegas jaksa, I Bagus P.G. Agung.

Lebih dari itu, jaksa  Bagus juga menolak bila  eksepsi yang menyatakan perumusan dakwaan tentang perbuatan berlanjut tidak lengkap. Dijelaskan JPU, perbuatan berlanjut yang dimaksudkan dalam dakwaan adalah adanya perbuatan yang saling berkaitan satu sama lain dan sejenis, yang ditujukan pada objek yang sama dalam perkara aquo IDI.

“Keberatan tim penasihat hukum dianggap telah memasuki materi perkara yang akan diperiksa pada saat pembuktian. Sehingga alasan keberatan semacam ini tidak perlu dipertimbangkan dan harus ditolak,” ungkap Bagus Agung.

Sementara itu, jaksa Ni Luh Putu Evy Widhiarini mengatakan, tudingan penasihat hukum dakwaan kabur atau obscuur libel juga tidak tepat. Sebab, JPU membuat surat dakwaan berdasarkan fakta-fakta, termasuk alat bukti yang terungkap di dalam berkas perkara dari penyidik kepolisian. Dikatakan, dalam penyusunan surat dakwaan, JPU telah berpedoman pada Pasal 143 ayat (2) huruf a dan b KUHAP dan Surat Edaran Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: SE-004/JA/11/1993.

“Apakah pengadu atau korban mempunyai kedudukan hukum dan legal standing dan apakah surat kuasa sah atau tidak? hal tersebut perlu dibuktikan dalam pemeriksaan pokok perkara,” tegas jaksa Putu Evy.

Baca juga :  Bapenda Denpasar Perpanjang Jatuh Tempo Pembayaran PBB-P2 hingga 31 Desember 2020

Selain itu, menurut jaksa, materi keberatan lainnya dari penasihat hukum dinilai telah menyentuh materi perkara yang menjadi objek pemeriksaan.

Tim JPU menegaskan, oleh karena semua alasan keberatan penasihat hukum tidak berdasar, maka surat dakwaan JPU Nomor Register Perkara: 0637/DENPA/KTB-TPUL/08/2020 tanggal 26 Agustus 2020 telah disusun secara cermat, jelas dan lengkap serta telah memenuhi syarat-syarat formil dan materiil sesuai dengan ketentuan pasal 143 ayat (2) KUHAP.

“Meminta majelis hakim untuk menyatakan, keberatan atau eksepsi dari penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima. Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara an. terdakwa I Gede Aryastina alias Jerinx,” pungkas jaksa Otong.

Sidang kembali dilanjutkan, Selasa, 6 Oktober mendatang dengan agenda putusan sela dari majelis hakim. 009

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.