Jadwal Tes Antigen di Bandara Diminta Dievaluasi

  • Whatsapp
IGK Kresna Budi (kiri) saat kunjungan kerja Komisi II di daerah. Dia mengkritisi pelayanan tempat tes cepat antigen di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Foto: hen
IGK Kresna Budi (kiri) saat kunjungan kerja Komisi II di daerah. Dia mengkritisi pelayanan tempat tes cepat antigen di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Foto: hen

DENPASAR – Kewajiban menjalani tes cepat antigen bagi calon penumpang pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, mesti diimbangi dengan kecepatan pelayanan di tempat tes antigen. Jika jam buka pelayanan tidak disesuaikan dengan jadwal penerbangan, hal itu berpotensi merugikan penumpang.

“Angkasa Pura harus memperbaiki kinerja di tempat tes antigen itu. Minimal jam bukanya harus mendahului jadwal penerbangan paling awal,” seru Ketua Komisi II DPRD Bali, IGK Kresna Budi, Senin (5/4/2021).

Bacaan Lainnya

Kresna Budi berujar demikian karena mendapat pengalaman kurang menyenangkan saat hendak terbang ke Lombok, Minggu (4/4) lalu. Kata dia, seyogianya tempat tes antigen minimal dua jam sebelum jam penerbangan pertama. Misalnya penerbangan pertama pukul 08.00, sebutnya, sebaiknya posko antigen dibuka pukul 06.00. Dia mendasarkan jam buka itu dengan asumsi penumpang galibnya sudah tiba di bandara satu jam sebelum jadwal berangkat.

“Kalau tempatnya buka dua jam lebih awal, penumpang yang duluan datang bisa segera tes antigen. Jangan buka satu jam sebelum berangkat, yang ada penumpang antre tes antigen,” sebut Ketua DPD Partai Golkar Buleleng itu.

Dari pengalamannya, saat antrean panjang butuh waktu sampai 30 menit untuk dapat giliran. Kemudian menunggu hasilnya sekitar 30 menit, berarti sudah satu jam waktu penumpang diambil. Bila bukanya pukul 07.00 dan jadwal terbang 08.00, ulasnya, bisa-bisa penumpang terlambat terbang.

Baca juga :  Pemkab Karangasem Terima Plakat Penghargaan Kemenkeu, Opini WTP Lima Kali Berturut-turut

“Tempat tes antigen itu juga agak jauh dari pintu keberangkatan. Kalau gara-gara ini penumpang terlambat, pasti yang disalahkan penumpang juga. Lalu di mana tanggung jawab bandara dalam masalah ini?” lugasnya. “Belajar dari kejadian itu, Angkasa Pura sebagai BUMN yang mengelola Bandara Ngurah Rai mesti segera memperbaiki pelayanannya,” sambungnya.

Disinggung seberapa penting persoalan tes antigen itu dapat mempengaruhi performa pelayanan di Bandara Ngurah Rai, dia menyebut semua itu bermuara kepada tingkat kepercayaan terhadap pemerintah. Kepuasan pelayanan publik, urainya, berjalan seiring degan kepercayaan kepada pemerintah. Bagus pelayanan maka akan bagus kepercayaan, demikian juga sebaliknya.

Hal lain yang dia utarakan yakni agar tes GeNose (dengan cara menguji napas) dapat segara diterapkan di Bandara Ngurah Rai. Selain itu, bagi masyarakat yang sudah dua kali divaksin Covid-19 agar dibebaskan dari kewajiban untuk tes antigen lagi. “Intinya, ayo berbenah untuk lebih baik lagi. Kalau di pesawat sudah bagus, tidak usah takut terima wisatawan saat buka pariwisata nanti,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.