Isu Munaslub Bergulir, Kader MKGR-Golkar Diingatkan Solid Bentengi Airlangga

WASEKJEN DPP Ormas MKGR, Dewa Made Widiasa Nida (kanan). Foto: hen
WASEKJEN DPP Ormas MKGR, Dewa Made Widiasa Nida (kanan). Foto: hen

DENPASAR – Gencarnya (lagi) sosialisasi Airlangga Hartarto sebagai kandidat Presiden 2024, mendapat tantangan dari munculnya isu kudeta kepemimpinan di Partai Golkar melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Salah satu pemantiknya konon karena elektabilitas Airlangga tak kunjung membaik meski setahun lebih bergerilya politik. Untuk menyelamatkan partai, kader Golkar dan MKGR sebagai salah satu organisasi sayap Golkar diminta solid membentengi Ketua Umum Airlangga.

Wasekjen DPP Ormas MKGR, Dewa Made Widiasa Nida, Jumat (13/5/2022) menyerukan kader MKGR dan Golkar di Bali merapatkan barisan menyikapi bergulirnya isu Munaslub. Selain sumbernya tidak jelas, juga sangat tidak produktif untuk partai. Apalagi Airlangga saat ini sedang “tancap gas” sosialisasi pencapresan, sekaligus anjangsana ke banyak elemen untuk penjajakan koalisi guna membesarkan partai.

Bacaan Lainnya

“Kalau ada yang ambisi mau jadi Ketum boleh-boleh saja, nanti tahun 2024 kan ada Munas juga, silakan saat itu beradu. Tapi kalau sekarang mari kita solid, kawal Ketum sebagai capres sesuai amanat Munas,” ajak politisi asal Klungkung itu.

Untuk lingkup Bali, dia mengaku belum melihat ada tanda-tanda kader Golkar maupun MKGR yang melenceng dari garis partai. Meski begitu, apa yang disampaikan lebih kepada memastikan Bali tidak termasuk wilayah yang “menyumbang” kegaduhan dalam pusaran isu Munaslub. Jika kemudian ditemukan ada yang aneh-aneh, MKGR dan Golkar dijamin memberi sanksi. Sayang, dia tidak merinci jenis sanksi yang dimaksud.

Baca juga :  Bapas Karangasem Serahkan Paket Sembako di Desa Peringsari

“Isu Munaslub itu tidak mendasar, teman-teman di Bali jangan ikut bermain. Kita sudah bosan dengan perpecahan di Golkar, dan biasanya Bali dipakai ajang perpecahan seperti tahun 2015 lalu. Ini kita jaga jangan terulang,” pesannya.

Soal isu Munaslub muncul gegara ada kader gregetan elektabilitas Airlangga stagnan dan rendah, Nida beralasan elektabilitas tidak jaminan, tetapi ketokohan. Apalagi Golkar punya struktur kuat di daerah dengan figur nakhoda DPD yang berpengaruh, dan itu diyakini memberi optimisme dapat memenangkan Airlangga. Kinerja Airlangga selaku Menko Perekonomian menangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional juga diklaim berhasil.

“Munaslub itu agendanya ganti Ketum, dan kami siap melawan jika ada yang mendongkel Ketum. Loyalis Airlangga pasti bergerak,” tandasnya bernada mengancam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, isu kudeta Airlangga lewat Munaslub muncul karena sejumlah elite Golkar dan MKGR “mendadak” menyatakan menolak wacana Munaslub. Sayang, tidak disebut gambling siapa pencetus wacana itu. Namun, sebelumnya, Kasir Munding selaku Ketua Golkar Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Sulteng menuding janji-janji Airlangga hanya fatamorgana, retorika belaka. Elektabilitas Golkar juga terus menurun di era Airlangga. “Karena itu, demi keselamatan bangsa, khususnya Kabupaten Tolitoli, saya berharap Golkar Tolitoli segera mendorong Munaslub guna kembalikan suara rakyat dari belenggu oligarki itu,” pintanya dikutip dari jpnn.com edisi Senin (24/1/2022). hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.