Inovasi Gianyar Dijadikan Studi Tiru Kabupaten Bone

KETUA TP PKK Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, menerima kunjungan TP PKK Kabupaten Bone di Puspem Payangan, Kamis (10/3/2022). Foto: adi

GIANYAR – Kabupaten Gianyar dengan program inovatif Puspa Aman dipilih Pemkab Bone untuk studi tiru melalui Dinas Ketahanan Pangan, juga TP PKK Kabupaten Bone, untuk pengembangan inovasi ketahanan pangan. Rombongan dari Bone tersebut diterima Ketua TP PKK Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, di Puspem Payangan, Kamis (10/3/2022).

Pada kesempatan itu dipamerkan hasil karya IKM, UMKM, serta produksi pangan kelompok wanita tani di Gianyar. Selain melihat pameran, rombongan tamu juga diajak mengunjungi Puspa Aman dan Aku Hatinya PKK Desa Buahan.

Bacaan Lainnya

Adnyani Mahayastra mengatakan, pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang paling utama, dan pemenuhannya secara kuantitas dan kualitas dijamin oleh pemerintah.

Mendukung kebijakan tersebut, sejak tahun 2019 Pemkab Gianyar meluncurkan program inovatif Pusat Pangan Alami, Mandiri, Asri, dan Nyaman (Puspa Aman), guna mempercepat penganekaragaman pangan dan memantapkan ketahanan pangan masyarakat.

Dengan Puspa Aman, dia yakin dapat meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat untuk membentuk pola konsumsi pangan yang baik.

“Juga menurunkan angka kemiskinan melalui kegiatan padat karya, membantu penanganan daerah rawan stunting serta daerah rentan rawan pangan, dan menjaga inflasi tetap rendah dan stabil,” paparnya.

Mempercepat akselerasi gerakan pemanfaatan pekarangan melalui konsep Puspa Aman, dia mengimbau seluruh perbekel dan lurah di Gianyar mengalokasikan anggaran dalam APBDes. Juga OPD di Pemkab Gianyar agar menganggarkan biaya pembinaan sesuai dengan yang dibutuhkan dalam Program Puspa Aman.

Baca juga :  Polres Jembrana Akhiri Operasi Zebra Lempuyang 2020 dengan Bagi-bagi Sembako

Sampai dengan tahun 2021, sambungnya, ada 35 desa yang membentuk Puspa Aman dan Aku Hatinya PKK dengan menggunakan alokasi dana desa.

Kabupaten Gianyar, jelasnya, juga gencar memperbaiki pengelolaan sampah dengan program pengelolaan sampah berbasis sumber yang disinergikan dengan program ketahanan pangan, yakni program TPS3R dengan Puspa Aman dan Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman yang Asri Teratur Indah dan Nyaman). Pupuk kompos yang dihasilkan dari TPS3R dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman Puspa Aman.

Konsep program Puspa Aman, urainya, memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman pangan mulai dari pembuatan bibit, pemeliharaan tanaman, pengolahan produksi tanaman hingga pemasaran produk olahan.

Bibit tanaman yang diproduksi Puspa Aman sebagian disebar ke rumah tangga untuk ditanam di pekarangan rumah, sebagai wujud pelaksanaan program Aku Hatinya PKK.

Dengan demikian pengelolaan sampah berbasis sumber dapat dikelola dari hulu sampai hilir, dan hanya menyisakan sekitar 10 persen residu saja yang diangkut ke TPA.

“Dengan sinergitas program ini, sampah akan dapat diselesaikan di desa. Bonusnya adalah desa yang berdaulat pangan dan desa wisata yang berkelanjutan,” urai Adnyani Mahayastra.

Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Kurniaty A. Fahsar, mengaku sangat kagum dengan keberadaan Puspa Aman yang bersinergi dengan TPS3R dan Aku Hatinya PKK di Gianyar.

“Saya sangat kagum dengan adanya Puspa Aman ini, tentu dapat menjadi sampel di Kabupaten Bone. Mudah-mudahan apa yang ada di sini dapat kami bawa pulang, yang tentu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, membantu masyarakat, apalagi di masa pandemi ini,” ucapnya bernada memuji. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.