KARANGASEM – Seperti umumnya umat Hindu membuat pajegan pada saat menggelar upacara keagamaan, terutama dewa yadnya, umat muslim di Karangasem juga membuat pajegan saat hari raya Idul Adha.
Tradisi membuat pajegan ini dijalani warga Kampung Tribulaka Sasak, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Mereka melaksanakan radisi itu sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat dan karunia Allah dengan masih diberi rezeki, kesehatan dan yang lainnya.
“Tradisi banten pajegan ini sebenarnya sama dengan saat Hari Raya Idul Fitri beberapa bulan yang lalu. Yang membedakan, saat Idul Adha dibarengi dengan pemotongan hewan kurban,” kata Erno (40), tokoh agama di Kampung Tribulaka Sasak, Minggu (10/7/2022).
Erno menjelaskan, sebelum melaksanakan tradisi banten pajegan, pagi harinya seluruh masyarakat di Kampung Tribulaka Sasak melaksanakan salat Ied di Masjid Nurul Mubin. Setelah selesai salat, panitia kurban untuk memotong hewan, sedangkan yang lain boleh pulang.
Kemudian siang harinya, seluruh masyarakat, terutama yang perempuan, akan kembali datang ke Masjid Nurul Mubin. mereka membawa banten pajegan yang isinya berbagai jenis buah-buahan sesuai dengan kemampuan masing-masing, diletakkan di atas nampan. “Setelah semuanya terkumpul, maka akan dilakukan doa bersama yang dipimpin tuan guru atau tetua di Masjid Nurul Mubin,” kisahnya.
Setelah didoakan tuan guru, dia mengaku percaya buah-buah tersebut akan menjadi lebih berkah. Buah-buahan itu akan disantap bersama-sama dengan keluarga di rumah masing-masing.
Terkait dengan Hari Raya Idul Adha, Erno bertutur masyarakat Kampung Tribulaka Sasak melaksanakan sesuai aturan dari pemerintah. Namun, jika ada yang melaksanakan sehari sebelumnya juga tidak masalah, bergantung kepercayaan masing-masing.
Kepala Wilayah Tribulaka Sasak yang juga Ketua Panitia Kurban, Erham (38), menambahkan, untuk tahun ini pihaknya hanya memotong seekor sapi kurban. Dagingnya akan dibagikan kepada 120 kepala keluarga (KK) di Kampung Tribulaka Sasak. “Nanti setelah selesai doa bersama yang berkaitan dengan tradisi banten pajegan, maka saat pulang masing-masing KK akan diberi satu bungkus daging kurban,” kata Erham. nad























