Hujan Nonstop, Bali Dikepung Banjir dan Longsor

  • Whatsapp
EVAKUASI warga yang terjebak banjir di Jalan Padang Indah Perumahan Purnawira, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Senin (6/12/2021). Foto: ist
EVAKUASI warga yang terjebak banjir di Jalan Padang Indah Perumahan Purnawira, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Senin (6/12/2021). Foto: ist

DENPASAR  – Hujan deras yang terjadi sejak Minggu (5/12/2021) sore hingga Senin (6/12/2021) pagi menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Bali. Akibat hujan dengan intensitas tinggi dan nonstop itu juga menyebabkan beberapa pohon tumbang, sehingga sempat mengganggu kelancaran lalu lintas. Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa dalam bencana banjir dan longsor tersebut.

Banjir menggenangi sejumlah kawasan di Kota Denpasar dan Kuta, Badung serta banjir rob di Mumbul, Nusa Dua. Di Karangasem sedikitnya ada 18 titik pohon tumbang, dua titik banjir, dan dua lokasi tanah longsor gegara hujan mengguyur sejak Minggu (5/12/2021) malam. Sementara di Buleleng, senderan sekolah di Desa Sepang Kelod jebol digerus aliran sungai akibat hujan lebat.

Bacaan Lainnya

Hujan lebat juga menyebabkan pohon tumbang dan tanah longsor di Gianyar. Beberapa pohon tumbang menimpa bangunan pura, kabel telepon dan listrik, rumah warga, dan menghalangi akses jalan raya. Belum ada laporan adanya korban jiwa, tapi kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Senderan jembatan yang menghubungkan Dusun Pau, Desa Tihingan dengan Dusun Beneng, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung juga jebol. Jebolan senderan tersebut yang terjadi Senin (6/12/2021) sekitar pukul 07.00 Wita. Masyarakat setempat diminta tetap waspada menjaga keselamatan terutama yang melewati akses jalan tersebut.

Baca juga :  Prof. Made Sudiana: Belajar di Rumah Banyak Hambatan, Terutama Siswa di Desa dan Pinggiran

Dari Kota Denpasar dilaporkan, hujan lebat disertai angin kencang membuat debit air sungai meningkat. Selain itu, terjadi pasang air laut disertai angin kencang yang telah berlangsung sejak Sabtu (4/12/2021) malam. Kondisi cuaca ekstrem ini mengakibatkan terjadinya banjir dan pohon tumbang di beberapa titik di wilayah Kota Denpasar.

Berdasarkan pantauan di lapangan dan laporan BPBD Kota Denpasar, beberapa titik yang mengalami genangan antara lain Jalan Saelus Sesetan, Jalan Mekar Pemogan, Jalan Pulau Misol Gang I, Perumahan Tegal Permai, Jalan Pemogan Gang Permata Hijau, Jalan Paku Sari, Jalan Griya Anyar, Perumahan Padang Indah, Jalan Gajah Mada, Jalan Pulau Bali, dan beberapa titik lainnya.

Sementara kejadian pohon tumbang di antaranya terjadi di Jalan Bypass Ngurah Rai Pesanggaran, Jalan Raya Sesetan, dan Jalan WR Supratman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa, saat dikonfirmasi Senin (6/12/2021) siang mengatakan, peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang belakangan ini membuat beberapa titik di Kota Denpasar tergenang dan pohon tumbang. Karenanya, Tim Respon Cepat Kota Denpasar langsung bergerak melaksanakan penanganan.

Tim Gabungan Pemkot Denpasar yang terdiri atas DPUPR, DLHK, BPBD, dan Relawan ini terjun langsung berjibaku melaksanakan penanganan. ‘’Tim terus bergerak untuk melaksanakan penanganan; pembersihan saluran untuk mempercepat aliran air ataupun penanganan pohon tumbang serta evakuasi masyarakat yang terjebak genangan,” ujarnya.

Baca juga :  Gilimanuk Perketat Lalu Lintas Hewan Jelang Idul Adha

Lanjut Gus Joni, pihaknya juga secara intens terus berkoordinasi dengan BMKG. Sehingga upaya mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan dapat dioptimalkan sedini mungkin. ‘’Sesuai dengan prediksi BMKG bahwa Badai La Nina akan terjadi pada bulan November hingga Februari. Kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,’’ jelasnya.

Dengan kondisi cuaca ekstrem ini, dia mengimbau masyarakat menunda untuk bepergian jika terjadi hujan lebat. Jika terpaksa untuk bepergian, agar menghindari berteduh atau berdekatan dengan pohon perindang yang besar, papan reklame serta piranti ketinggian lainnya. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif untuk memberikan informasi berkaitan dengan keberadaan pohon perindang yang membahayakan. Selain itu, masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan untuk menghindari banjir.

‘’Kami juga telah berkoordinasi bersama OPD terkait seperti DLHK untuk optimalisasi perompesan pohon dan DPUPR untuk normalisasi alur sungai dan perawatan tebing dan terasering yang rawan longsor,’’ ujar Gus Joni.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi BPBD Kota Denpasar melalui saluran telepon di 112 atau 0361 223333. Selain itu, masyarakat diimbau untuk memantau kerawanan Bencana lewat aplikasi Inarisk dan Info BMKG.

Sementara ini banjir rob juga menimpa kawasan Pantai Mumbul pada Minggu (5/11/2021) malam. Akibatnya bangsal nelayan setempat roboh, beberapa jukung nelayan rusak minor dan ada juga yang hilang terhanyut banjir rob.

Menurut keterangan Kaling Mumbul, Nyoman Astawa, peristiwa itu diketahui oleh nelayan, saat hendak melaut dini hari. Sedikitnya ada 3 rumah perahu milik Kelompok Nelayan Mekar Sari yang hancur dan roboh diterjang banjir rob. Selain itu, 5 perahu hanyut terbawa arus. Dari upaya pencarian, 4 perahu berhasil diketemukan dan 1 sisanya masih dicari. tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.