Hujan Empat Jam, Banjir-Longsor Terjang Jembrana

  • Whatsapp
WARGA membersihkan material tanah longsor yang menimpa salah satu rumah. Akibat hujan yang terjadi pada Senin (20/9/2021) malam, sebagian wilayah Jembrana mengalami longsor dan banjir. foto: man

JEMBRANA – Hujan deras kurang lebih 4 jam yang mengguyur Jembrana mengakibatkan sejumlah wilayah diterjang tanah longsor dan ratusan rumah warga terendam banjir. Banjir terparah terjadi di dua kecamatan yakni Mendoyo dan Jembrana. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja ratusan kelurga mengalami kerugian material hingga ratusan juta rupiah.

Hujan yang mulai mengguyur wilayah Jembrana sekitar pukul 17.00 Wita dan reda sekitar pukul 20.00 Wita mengakibatkan peningkatan debit air sehingga air sungai maupun drainase menyebabkan banjir. Arus lalu lintas di Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk tersendat beberapa jam lantaran banjir.

Bacaan Lainnya

Ruas jalan yang terendam banjir diantaranya Jalan Ngurah Rai, Jalan Sudirman, Banjar Sebual Desa Dangintukadaya, Kelurahan Pendem, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana. Sementara banjir wilayah di Kecamatan Mendoyo meliputi Desa Pohsanten, Desa Mendoyo Dangin Tukad, dan Banjar Tembles Desa Penyaringan.

Akibat bencana ini, banyak kendaraan yang menerobos banjir air yang menggenangi Jalan Denpasar-Gilimanuk macet. Selain menggenangi Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, banjir juga menggenangi permukiman warga serta menyebabkan kerusakan infrastruktur.

Ayu Ketut Alit, salah seorang warga mengatakan, saat hujan deras mengguyur, air sungai di wilayah Sebual/Tukad Sebual, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana meluap sekitar pukul 19.00 Wita. Air setinggi dada orang dewasa mengakibatkan sejumlah bangunan rusak, termasuk tembok rumahnya yang jebol diterjang banjir. “Air sungai meluap mungkin karena pintu airnya tidak dibuka, satu banjar jadi kena banjir,” ungkapnya.

Baca juga :  Taman Budaya Wadahi Pementasan Virtual 80 Komunitas Seni di Bali

Hal serupa juga terjadi di wilayah Sungai Mendoyo yang mengakibatkan ratusan rumah di Desa Pohsanten dan Mendoyo Dangin Tukad digenangi air. Selain diwilayah itu banjir juga mengggenangi permukiman warga Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan dan menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur.

“Tinggi air ada sampai satu meter. Tembok rumah saya sampai jebol. Tumben banjir di sini. Luapannya dari pintu dam subak di utara. Ada ratusan rumah yang kena banjir ini,” jelas I Made Sutastra, warga lainnya yang ditemui di rumahnya.

Banjir juga menggenangi sejumlah titik permukiman di wilayah Kecamatan Negara yakni di Kelurahan Baler Bale Agung, Desa Kaliakah dan Yehembang. Beberapa objek yang juga tergenang seperti Kantor KPU Jembrana serta rumah jabatan Wakil Bupati Jembrana. Hujan deras juga menyebabkan tanah longsor di Banjar Munduk Kemoning, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, saat dikonfirmasi Selasa (21/9/2021) mengatakan, pihaknya sudah langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Hingga berita ini ditulis, masih dilakukan pendataan terhadap dampak hujan deras ini.

“Kami sudah terjunkan personel untuk penanganan dan membantu evakuasi. Dari pantauan kami musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak ada penanganan medis. Saat ini kami terus melakukan pendataan bekerjasama dengan kepala desa diwilayah terdampak sehingga data yang lebih akurat bisa diperoleh,” kata Putu Agus Artana Putra. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.