Bupati Dana Rotasi 17 Pejabat Eselon II, Tegaskan Tak Ada Jabatan Nyaman dan Ringan

  • Whatsapp
BUPATI Karangasem, I Gede Dana,melantik 17 pejabat eselon II di wantilan kantor Bupati Karangasem, Selasa (21/9/2021). foto: ist

KARANGASEM – Tujuh bulan setelah dilantik sebagai Bupati Karangasem, I Gede Dana merotasi 17 pejabat eselon II di wantilan kantor Bupati Karangasem, Selasa (21/9/2021). Pelantikan ini disinkronkan dengan mutasi kepala sekolah, guru dan pengawas, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Mengawali sambutan, Bupati Dana mengawali dengan mengajak jajaran birokrasi memaknai falsafah sepasang sepatu yang tidak persis sama tapi serasi. Kata dia, sepasang sepatu saat berjalan tidak pernah kompak, tapi tujuannya sama, sederajat, tidak ada yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah. “Juga tidak pernah saling tendang dengan melangkah pasti karena haknya di belakang. Jika haknya ditaruh di depan, pasti akan terjerumus,” cetusnya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut diuraikan, sebelumnya dia menunda mutasi dan pengisian jabatan, selain karena fokus penanganan Covid-19 untuk keselamatan masyarakat, juga merupakan salah satu strategi untuk menilai kinerja ASN. Dia mendaku menemukan beberapa pejabat tidak optimal dan terkesan menghindar dari tugas dan fungsi.
“Hal ini disebabkan adanya keraguan dalam bertindak dan beranggapan toh akhirnya akan dimutasi. Sikap ini sangatlah keliru dan tidak sesuai dengan kode etik, komitmen dan tanggung jawab ASN,” sesalnya.

Baca juga :  HUT Korem 163/Wira Satya, Kodim Bangli Baksos Donor Darah

Dalam kesempatan itu, Dana juga mengingatkan, jabatan bukanlah hak melainkan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan. Para pejabat diminta berpegang tiga hal penting yakni rendah hati, loyalitas dan lapang dada sebagai hal wajib yang perlu diperhatikan dalam menjalankan pelayanan publik. Selain itu, Bupati asal Desa Datah itu mengingatkan bahwa diam jauh lebih elegan daripada sibuk menghakimi, dan mengumbar kesalahan orang lain, kemudian lupa untuk bercermin.

“Melukis diri kita sendiri tanpa bantuan cermin akan sulit sekali, dalam artian segala sesuatu perlu bantuan dari orang lain. Entah itu staf maupun stakeholder. Oleh karena itu, falsafah Asta Brata sangat baik untuk dijadikan pedoman dalam memimpin,” terangnya.

Dana berujar penilaian akan dilakukan dalam rentang enam bulan sejak pelantikan. Karena dia itu berpesan pejabatnya bekerja profesional, menjunjung tinggi kedisiplinan, dan tidak menyalahi aturan. “Bekerjalah sesuai dengan kewenangan Saudara, tidak memutuskan masalah yang bukan kewenangan, dan pergunakan fasilitas sesuai dengan pangkat dan jabatan,” pesannya.

Sebagai seorang pendidik, Dana juga berpesan kepada guru, kepala sekolah dan pengawas untuk tidak ragu dengan kepemimpinannya. Dia mendaku paham dengan kondisi sekolah dan berat serta ringannya tugas seorang pengajar. Mutasi kali ini untuk penyegaran dan pemerataan, kalaupun terjadi pergeseran masih dalam lingkup desa dalam satu kecamatan. Untuk itu mereka diminta terus mengajar dengan baik dan berinovasi.

Baca juga :  Bali Tambah 33 Orang Positif Covid-19, Tiga Kabupaten Nihil

“Mari bersama-sama menyingsingkan lengan baju, menyatukan gerak dan langkah untuk melaksanakan dan mengawal pembangunan menuju Karangasem Era Baru yang Prakerti-Nadi dengan pelayanan yang fokus, tulus dan lurus,” serunya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.