Hari Ini, Bali hanya Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 Meninggal, Terendah dalam 2 Bulan

  • Whatsapp

Pasien Sembuh Bertambah 98 Orang, Kasus Terkonfirmasi Positif 107 Orang

DENPASAR – Setelah lebih dari sepekan selalu lebih banyak, kali ini Minggu (11/10/2020), jumlah pasien positif covid-19 yang sembuh di Bali lebih sedikit dari tambahan kasus positif baru. Kabar baiknya, kasus meninggal dunia mulai ada penurunan yang signifikan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data harian yang disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Minggu (11/10/2020), tercatat 98 orang dinyatakan sembuh, sementara kasus terkonfirmasi positif bertambah 107 orang melalui transmisi lokal (TL). Kabar dukanya, hanya 1 orang meninggal dunia yang merupakan angka terendah dalam dua bulan terakhir ini.

”Satu-satunya pasien positif covid-19 yang tutup usia hari ini merupakan warga Kabupaten Jembrana. Dengan demikian, total pasien covid-di Bali meninggal dunia menjadi 321 orang (3,17%) dengan rincian 319 WNI dan 2 WNA,” kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Minggu (11/10/2020).

Total angka kematian karena covid-19 di Jembrana kini berjumlah 8 orang, terkecil dari 9 kabupaten/kota di Bali. Denpasar yang terbanyak 61 orang, disusul Gianyar (52), Karangasem (47), Buleleng (46), Badung (36), Tabanan (31), Bangli (28), Klungkung (11). Secara nasional, jumlah harian angka kematian sebanyak 79 orang yang dilaporkan 16 provinsi.

Baca juga :  Gairahkan UMKM di Tengah Pandemi, Manajemen Angkasa Pura Salurkan Rp1,26 Miliar

Sementara itu, Bali hari ini menambah 107 orang kasus positif baru, ada penurunan 24 dari sehari sebelumnya Sabtu (10/10/2020) yang berjumlah 131 orang. Seluruh kabupatan/kota melaporkan tambahan harian kasus baru, dimana Denpasar menjadi yang terbanyak 37 orang. Disusul Badung (20), Gianyar (17), Jembrana (8), Tabanan (6), Bangli (6), Klungkung (6), Karangasem (4) dan Buleleng (3).

”Secara kumulatif, sampai hari ini kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 10.135 orang (10.106 WNI dan 29 WNA), yang didominasi melalui transmisi lokal, dimana per hari ini jumlahnya mencapai 9.742 kasus,” imbuh Rentin. Secara nasional, tambahan harian kasus positif sebanyak 4.497 orang.

Sayangnya, tambahan harian jumlah pasien sembuh ikut-ikutan menurun, bahkan hingga dua digit sebanyak 98 orang, ada penurunan drastis 45 orang dari sehari sebelumnya Sabtu (10/10/2020) sebanyak 143 orang. Denpasar mencatatkan pasien sembuh terbanyak 39 orang, Badung (16), Tabanan (12), Buleleng (9), Gianyar (8), Klungkung (6), Jembrana (4) dan Bangli (2).

”Jadi, pasien positif covid-19 di Bali yang sudah sembuh dalam perawatan menjadi 8.696 orang (85,80%) dengan rincian 8.670 WNI dan 26 WNA,” jelas Rentin. Secara nasional, jumlah harian pasien sembuh sebanyak 3.546 orang

Berdasarkan data tersebut, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) bertambah 8 orang, menjadi 1.118 orang (11,03%) dengan rincian 1.117 WNI dan 1 WNA. Mereka menjalani perawatan tersebar di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Baca juga :  Selly Mantra Ingatkan Peran Orang Tua Tingkatkan Imun Anak di Masa Pandemi

Mengingat kasus positif covid-19 melalui transmisi lokal terus meningkat, Rentin kembali mengingatkan masyarakat Bali agar lebih waspada dan disiplin melakukan protokol kesehatan. Menurutnya, pencegahan penyebaran covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh lapisan.

Untuk menekan penyebaran virus ini, sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, maka Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan di Bali sesuai Pergub 46 yakni Rp100.000 bagi perorangan,dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19, lanjut Rentin, pemerintah juga meminta keramaian dalam bentuk tajen di setiap Desa Adat harus dihentikan sementara. Termasuk semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan

”Jadi, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajak Kalaksa BPBD Provinsi Bali itu. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.