Harga Sepatu Rp399.000, Wali Siswa Kelas VII SMPN 1 Gianyar Geram

DAFTAR harga seragam di SMPN 1 Gianyar. Foto: ist
DAFTAR harga seragam di SMPN 1 Gianyar. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Orangtua atau wali siswa kelas VII SMPN 1 Gianyar kecewa dan geram dengan pengadaan seragam di sekolah. Kekecewaan muncul karena saat sosialisasi pengadaan baju seragam, pihak sekolah dan Komite tidak ada menunjukkan daftar seragam yang akan dibeli. Mereka hanya diberitahu total harga seragam sebanyak 18 item. Salah satunya harga sepatu Rp399 ribu.

Berdasarkan informasi dari wali siswa, pengadaan ini baru dilakukan setelah proses belajar-mengajar di sekolah berlangsung, dan pihak orangtua membeli seragam di luar sekolah. Pihak sekolah dituding tidak terbuka terkait harga seragam yang akan dibeli. Salah satu orangtua siswa berkata seragam yang rencananya disiapkan vendor dengan nilai Rp1,5 juta per orang itu terdiri dari seragam putih biru, batik, endek, pramuka, olahraga, sepatu, kaos kaki, ikat pinggang, topi, dasi, tas, label nama.

Bacaan Lainnya

Namun, saat itu tidak diberi rincian harga per jenis. Siswa juga diklaim dipaksa membeli semua. “Walaupun butuh satu pakaian tapi disuruh bayar komplit,” tambah sumber lainnya.

Saat rapat dengan wali murid, kepala sekolah memilih vendor berkualitas dengan harga paling murah. Sayang, pengadaannya terlambat dengan alasan dalam jumlah banyak. Akibatnya, atas arahan sekolah per 1 September, siswa dibolehkan membeli sendiri di luar.

Yang juga disesalkan para orangtua siswa adalah harga sepatu, yang dinilai paling mahal seluruh kabupaten dengan harga Rp399 ribu. Dalam proses pembayaran, orangtua disuruh membayar keseluruhan walau tidak membeli semua item. Hal itu terdapat dalam percakapan di group para orangtua atau paguyuban kelas di sekolah.

Masih menurut keterangan sumber, terkait pembayaran yang katanya bisa diangsur 3x, tapi ada salah satu siswa yang baru bayar DP saja harus menangis pulang. Kenapa? Karena dia kabarnya dipermalukan di hadapan umum hanya karena kurang bayar.

“Intinya bukti berkata beda, dan secara pengakuan bagi yang terkait hampir tak bisa dipercaya. Tidak mungkin Komite dan Kepsek tak tahu harga,” tudingnya sembari menilai andai harga dibuka sejak awal, mungkin tidak akan membelikan sepatu seharga Rp399 ribu.

Sebelumnya, Kepala SMPN 1 Gianyar, Ni Putu Wiwik Mayuni, saat dikonfirmasi terkait polemik ini, mengaku di sekolahnya ada paguyuban kelas orangtua. Terkait pengadaan seragam, dia menyebut berada di ranah orangtua, dan dia hanya membantu memfasilitasi tempat. Polemik yang muncul dinilai bukan ranah pihak sekolah.

Namun, Wiwik mendaku bukan berarti dia lepas tanggung jawab. “Soal polemik, mungkin sebaiknya tanyakan langsung ke pihak konveksi, karena pihak sekolah tugasnya hanya melayani anak-anak di bidang pendidikan,” tegasnya.

Pemilik UD Trinadi Garmen, Jero Mangku Komang Susana, menyatakan tidak ada mewajibkan siswa membeli seragam yang disediakan. Dia berujar ada sebanyak 600 seragam yang disiapkan, dan disebarkan sebanyak empat tahap. Seragam yang disediakan seragam wajib seperti seragam putih biru, pramuka, olahraga, batik dan endek. “Tidak wajib dibeli. Dari semua seragam wajib sekolah yang disediakan, seragam endek hampir semua membeli,” ujarnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses