MATARAM – Kenaikan harga beras sejak awal Februari hingga kini memberi khawatir bagi masyarakat NTB. Situasi terjadi ketika umat Islam akan merayakan puasa Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri, serta umat Hindu juga akan merayakan Hari Raya Nyepi.
DPRD NTB minta Pemprov NTB mengintensifkan operasi pasar, untuk mengawasi spekulan serta pedagang yang nekat menaikkan harga kebutuhan barang pokok, termasuk beras.
“Operasi pasar harus dilakukan, bila perlu massif dilakukan bekerja sama dengan pemda kabupaten/kota dan kepolisian. Itu bisa untuk menjaga harga tetap stabil, termasuk beras, apalagi mendekati bulan Ramadhan, Lebaran hingga Nyepi,” ujar anggota Komisi II DPRD NTB, Made Slamet, Minggu (12/2/2023).
Politisi PDIP NTB itu berujar mendengar keluhan masyarakat terkait naiknya harga sejumlah komoditas pertanian di pasaran. Tak hanya cabai dan telur, kini juga beras. Tim Pengendali Inflasi Daerah TPID diminta harus segera mengintervensi agar tidak menimbulkan gejolak harga.
Dia mengakui kenaikan harga merupakan sesuatu yang rutin tiap tahun. Hanya, dia mengimbau jangan ada spekulan-spekulan yang bermain. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat masih terasa sulit akibat terdampak pandemi Covid-19.
Yang sangat dirugikan dari permainan spekulan dan pedagang, sambungnya, adalah masyarakat. “’Kasihan masyarakat. Setiap menjelang puasa, Lebaran, dan hari raya agama selalu dipermainkan harga-harga yang tidak sesuai harapan,” serunya.
Salah satu pedagang beras lokal di Pasar Kebon Roek Ampenan, Kota Mataram, Mustiani (40), mengatakan, harga beras terus mengalami kenaikan. Harga beras lokal medium di pasar meningkat sekitar Rp30 ribu per karung ukuran 25 kilogram.
Sedangkan beras premium kini Rp13 ribu per kilogram. Bulan lalu tembus Rp265 ribu hingga Rp275 ribu per 25 kilogram. “Sekarang sudah di angka 300 ribu hingga 325 ribu per 25 kilogram, atau 13 ribu per kilogram,” paparnya.
Mustiani menguraikan, ketersediaan beras di pengepul juga makin terbatas. Bahkan para pedagang tidak berani mengambil stok dalam jumlah banyak, karena harga yang cukup tinggi. “Palingan kami ngambil hanya 50 sampai 100 kilogram, karena harga terlalu mahal,” sambungnya.
Untuk diketahui, harga beras dari data Dinas Perdagangan NTB yakni beras lokal medium Rp9.500 per kilogram, beras C4 seharga Rp11 ribu per kilogram, dan beras premium tembus Rp12 ribu per kilogram. rul






















