MATARAM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi NTB menyiapkan skema saksi berkualitas dan kredibel untuk menghadapi Pemilu 2024. Mereka akan ditempatkan ke seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di NTB.
“Saksi dalam sebuah kontestasi politik sangat penting untuk mengawal proses perhitungan suara agar hasilnya dapat berjalan baik. Partai Golkar akan menyiapkan saksi berkualitas dan kredibel dalam mengawal suara partai,” seru Ketua Badan Saksi DPD Partai Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaeda, Minggu (12/2/2023).
Ketua DPRD NTB itu membeberkan, saksi yang ditempatkan ke seluruh daerah bakal dibekali ilmu atau pelatihan saksi cerdas pemilu. DPD Partai Golkar akan rapat khusus terlebih dahulu bersama Badan Saksi DPP Golkar dalam rangka menyiapkan materi training of trainer (TOT) pada sekitar Mei 2023. Di situ fokus Golkar adalah TOT pada pelatih saksi.
“Setelah itu para pelatih akan menularkan ilmu mereka pada saksi di level bawah. Mulai TPS di tingkat desa, PPK di kecamatan, dan kabupaten/kota, juga saksi di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Isvie memastikan Badan Saksi DPD Partai Golkar NTB sudah berulang kali rapat untuk menyiapkan materi dan strategi dalam pelatihan saksi. Untuk setiap TPS akan direkrut sebanyak tiga saksi. “Tapi, untuk perekrutan saksi, kami serahkan sepenuhnya kepada DPD Golkar tingkat dua (kabupaten dan kota) untuk melakukan,” sambungnya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, merencanakan menyiapkan 9 juta saksi di TPS pada Pemilu 2024. Dari 9 juta saksi yang disiapkan, 900 ribu di antaranya merupakan kader dari organisasi masyarakat (ormas) sayap Musyawarah Kerja Gorong Royong (MKGR).
“Targetnya setiap TPS setiap ormas ada satu. Jadi, dengan ada 900 ribu TPS, maka ormas MKGR targetnya 900 ribu,” kata Airlangga.
Jumlah calon saksi tersebut, imbuhnya, belum termasuk mereka yang berasal dari sembilan ormas sayap lainnya di bawah naungan Golkar. Kesembilan ormas tersebut meliputi Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro), dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).
Ada juga Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Satkar Ulama Indonesia, Al-Hidayah, Himpunan Wanita Karya, dan Majelis Dakwah Indonesia. Dari seluruh ormas tersebut, Airlangga berharap Golkar dapat menyiapkan 9 juta saksi. “Golkar ada 10 ormas, jadi diharapkan bisa ada 9 juta,” kata dia kala itu.
Berdasarkan data di KPU NTB, sejauh ini total jumlah TPS di NTB pada Pemilu 2024 bakal bertambah bila dibandingkan pemilu sebelumnya. Usulan KPU NTB, direncanakan sebanyak 8.787 TPS Pilkada 2024. Sementara pada Pilkada 2018, total jumlah TPS yang digunakan sebanyak 8.336 TPS. rul























