Haramkan Sosok Poligami dan Intoleransi, PSI Buka Pintu “Bursa Transfer” Caleg

I Nengah Yasa Adi Susanto (pegang mik) saat menjelaskan proses rekrutmen pencalegan PSI. Foto: ist
I Nengah Yasa Adi Susanto (pegang mik) saat menjelaskan proses rekrutmen pencalegan PSI. Foto: ist

DENPASAR – Berbekal pengalaman mengarungi Pemilu 2019, percaya diri Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Bali kian terpupuk menatap Pemilu 2019. Dalam menjaring bakal calon legislatif (caleg), PSI optimis mampu memenuhi kuota untuk kontestasi di DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota. PSI bahkan berani membuka pintu “bursa transfer” bagi mantan kader partai lain untuk bergabung.

“Tapi tentu syaratnya adalah wajib ber-KTA PSI,” seru Ketua DPW PSI Bali, I Nengah Yasa Adi Susanto, saat kopdar wilayah dan simbolis pendaftaran bacaleg di kantor DPW PSI Bali, Jumat (6/1/2023).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dalam rekrutmen bacaleg akan ada kejutan tokoh tertentu di pusat dan di Bali hijrah ke PSI. Selain itu, PSI juga membuka pintu bagi pihak luar bergabung dengan pendaftaran secara langsung maupun online.  Yang akan lolos, sebutnya, adalah figur yang memiliki “DNA” PSI yakni memperjuangkan antikorupsi dan anti-intoleransi.

“Jika punya basis massa besar tapi terindikasi poligami, sering main isu SARA, akan kami tolak. Kami komit di jalur PSI,” serunya didampingi sejumlah pengurus teras DPW.

Soal kemungkinan ada “bursa transfer” politik, Adi mendaku siap menerima dengan nilai transfer nol. PSI siap menerima calon partai lain tapi tanpa dana. Sebaliknya, PSI juga tidak masalah jika ada kader PSI dibajak partai lain, karena itu hak masing-masing individu.

Baca juga :  Peringatan HUT RI di Klungkung Berlangsung Khidmat dan Sederhana

Meski sejauh ini belum semua kuota bacaleg DPD di kabupaten/kota terpenuhi, Adi memastikan semua akan terisi pada akhirnya. Perjuangan berat dan persiapan matang sejak 2022 menjadi alasannya. “Tahun 2019 lebih berat, itu pun kami bisa dapat 40 persen kuota. Sekarang dengan struktur lengkap, yakin bisa dipenuhi,” jamin Adi yang resmi mencalonkan diri untuk DPRD Provinsi Bali.

Agar kontestasi Pemilu lebih menarik dan partisipasi politik masyarakat tinggi, Adi berkata gencar mendekati tokoh lokal Bali yang mempunyai nilai tawar, juga basis elektoral nyata. Salah satunya IGN Harta, pinisepuh Sandhi Murti untuk dicalonkan ke DPR RI.

Ketua Bapilu DPW PSI Bali, Ading Ardika, menambahkan, rekrutmen bacaleg dimulai sejak Juli 2022. Untuk DPR RI, sementara baru ada 3 dari kuota 9 orang. Untuk di DPRD Provinsi, DPD Denpasar yang sampai melebihi kuota. Untuk DPD kabupaten lain sebagian ada masih perlu penjajakan.

“Dari jadwal, kami harap Maret semua sudah 100 persen. Pendaftaran mulai April sampai Oktober 2023. Kalau yang melebihi kuota akan seleksi internal, yang belum memenuhi kuota akan terus bergerak,” terangnya.

Disinggung PSI lebih memilih opsi sistem proporsional terbuka atau tertutup dalam Pemilu 2024, Adi menegaskan PSI sejak awal mendukung sistem terbuka atau mencoblos caleg, bukan partai. Jika kembali memilih partai, itu sama saja kemunduran seperti sebelum tahun 2004. Dia menyebut rakyat lebih suka memilih caleg yang dikehendaki, dan itu hanya bisa dalam sistem proporsional terbuka.

Baca juga :  April, Pemilih di Tabanan Sebanyak 363.462 Orang

“Kalau soal politik uang, potensinya bisa terjadi di terbuka atau tertutup, tapi pelakunya berbeda. Tapi kita ingin demokrasi yang baik, yang berhak memilih adalah rakyat, bukan ditentukan oleh elite partai,” serunya menandaskan.

Dalam kegiatan tersebut, hadir anggota DPRD Bali dari PSI, Grace Anastasia Surya Widjaya, dan jajaran pengurus DPD dari seluruh Bali. Selain rapat internal, para bacaleg juga menyerahkan berkas pendaftaran yang diterima pengurus DPW. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.